Menristekdikti Dorong Perguruan Tinggi Terapkan Teknologi pada Produk UMKM

Menristekdikti Dorong Perguruan Tinggi Terapkan Teknologi pada Produk UMKM

Siaran Pers Kemenristekdikti
Nomor: 134/SP/HM/BKKP/VII/2019

Semarang – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mendorong perguruan tinggi dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), terutama ISEI Semarang untuk mulai berfokus meningkatkan pendapatan Usaha Mikro, Kecil dan, Menengah (UMKM) melalui penerapan teknologi. Sektor yang secara umum belum banyak diperhatikan perguruan tinggi ini menjadi penopang perekonomian Indonesia.

“Pertumbuhan ekonomi yang ada di kita itu basisnya ekonomi kerakyatan. Ekonomi rakyat harus baik, maka UMKM harus digerakkan. Apa yang harus dilakukan sekarang dengan teknologi yang begitu cepat (untuk mendorong UMKM)?” ungkap Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Semarang 2016 – 2019.

Menristekdikti hadir dalam Rapat Pleno Pertanggungjawaban Kepengurusan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Periode 2016 – 2019 di Universitas Stikubank (Unisbank), Semarang pada Senin (22/7). ISEI Semarang menampung keanggotaan lulusan program studi terkait ekonomi dan bisnis dari seluruh kota di Jawa Tengah, selain Salatiga dan Purwokerto yang memiliki ISEI sendiri.

“ISEI berkontribusi bagaimana memberikan nilai tambah terhadap satu produk yang dijual. Jangan hanya kita memberikan pelatihan tentang tata cara, tapi bagaimana menggandengkan inovasi-inovasi perguruan timggi dengan masyarakat kecil,” ungkap Menteri Nasir.

Salah satu sektor UMKM yang paling banyak adalah makanan dan minuman, namun masih sedikit teknologi yang diterapkan untuk memastikan makanan UMKM ini higienis dan tahan lama.

“Pernahkah kita membayangkan masakan yang terkenal, misalnya sayur lodeh bisa tahan lama. Kalau saya mau makan ini, tahannya berapa lama? Paling empat – lima jam sudah basi. Bisakah kita mencari teknologi supaya ekonomi rakyat meningkat? Makanannya bisa tahan satu atau dua bulan?” harap Menteri Nasir.

Kemenristekdikti sendiri selama lima tahun terakhir sudah mencoba menerapkan teknologi pengemasan yang memastikan makanan tidak mengandung mikroba yang akan membusukkan makan tersebut.

Kemenristekdikti telah mengembangkan bisnis UMKM. Kami kembangkan di Jogja, tepat di Gunung Kidul. Ternyata Gudeg Bu … Read the rest

Unesa Raih Juara Pertama Monolog Tingkat Nasional

Unesa Raih Juara Pertama Monolog Tingkat Nasional

Unesa.ac.id, Surabaya – Unesa kembali mengibarkan
prestasi yang diraih oleh mahasiswanya. Abdul Fata Jaelani Mahasiswa
Drama Jurusan Sendtratasik berhasil menyabet juara pertama dalam
kejuaraan monolog tingkat nasional. Monolog dengan judul “Patih
Nguntalan” tulisan Nur Sahid dimainkan dengan apik di Gedung Sosieted De
Harmoni Makassar, kemarin, (20/07).

Menurut Abdul Fatah untuk
menyabet juara pertama tidaklah mudah semua butuh proses sehingga ia
siap untuk bersaing dengan kontestan terbaik lainnya. “Proses pencapaian
ini cukup panjangan mulai pembentukan vokal, pembentukan 4 karakter dan
efektifitas artistik harus dilakukan untuk dapat mengolah naskah yang
harus dimainkan 1 jam menjadi 15 menit,” Ujar Fatah.

Naskah yang
ia perankan berkisah tentang persoalan korupsi dalam suatu negeri.
Lingkaran setan sistem membuat nisbi antara korupsi, kesadaran, hadiah
dan kekuasaan. Penggarapan yg dikemas dengan mengambil roh ketoprak
menjadi lbh mengena dalam menguasai jalan ceritanya, meski harus
dibungkus dengan teknik modern termasuk pengembangan artistik dan teknik
bermain modern.

Pada perhelatan tersebut Unesa hanya mengirim
satu kontingan monolog dari tiga cabang lomba yg diadakan oleh pantia.
Vokal solo kreasi tradisi, tari kreasi tradisi dan monolog kreasi
tradisi. Hal itu dimaksudkan agar ada semacam penggalian nilai-nilai
tradisi dalam balutan sajian modern. Untuk tari kreasi tradisi
dimenangkan oleh kontingen UNJ, vokal solo kreasi tradisi diraih oleh
Unnes Semarang, dan monolog kreasi tradisi diraih oleh Unesa.

Pada
event kali ini tim monolog Unesa di dampingi Arif Hidajad dosen
Sendratasik yang juga menjadi dramaturg monolog Patih Nguntalan. Sebagai
informasi event yg digelar oleh Ap2seni ini baru pertama kali
diselenggarakan untuk mewadahi prestasi mahasiswa disamping peksiminas.
Tujuan yg lain adalah sebagai tolok ukur perkembangan mahasiswa melalui
komunikasi karya. Selain meningkatkan peran asosiasi bagi prodi
pendidikan sendratasik se-Indonesia. (why)

Source link Read the rest

PENGUMUMAN NOMINATOR PENERIMA ANUGERAH LABDHA KRETYA TAHUN 2019

PENGUMUMAN NOMINATOR PENERIMA ANUGERAH LABDHA KRETYA TAHUN 2019

PENGUMUMAN

Nomor : B/33/F2/TU.01.00/2019

TENTANG

NOMINATOR PENERIMA ANUGERAH LABDHA KRETYA TAHUN 2019

Sehubungan kegiatan pemberian Anugerah Labdha Kretya Tahun 2019, maka dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Seleksi awal anugerah ini dilakukan dengan menggunakan alat ukur Soka (Sistem Inovasi Kearifan Lokal) oleh inovator masyarakat dengan didampingi oleh Bappeda/Balitbangda dengan mengisi Soka hingga batas akhir pengiriman pada Senin, 15 Juli 2019.
  2. Pada batas akhir pengiriman tersebut diterima 41 produk inovasi dan inovator yang sebelumnya telah direkomendasikan oleh pemerintah daerah untuk diusulkan menjadi nominator kepada panitia pusat.
  3. Dari usulan tersebut panitia pusat telah melakukan verifikasi sehingga dihasilkan 7 (tujuh) nominator untuk mengikuti tahapan selanjutnya yaitu penjurian. (Daftar terlampir).
  4. Ke-7 (tujuh) nominator diharapkan melakukan paparan dihadapan dewan juri yang waktu dan materi substansi paparan akan disampaikan melalui surat undangan secara khusus.
  5. Dewan juri akan merangking ketujuh nominator tersebut untuk kemudian disampaikan kepada rapat pleno Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan sebelum pemenangnya ditetapkan oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan sebagai penerima Anugerah Labdha Kretya Tahun 2019 yang akan diserahkan pada hari Puncak Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-24, tanggal 28 Agustus 2019 di Denpasar, Bali.

Demikian kami sampaikan. Atas perhatian Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.

                                                                                 18 Juli 2019

Direktur Sistem Inovasi

Selaku Ketua Pelaksana Peringatan HAKTEKNAS ke-24 Tahun 2019

TTD

Dr. Ir. Ophirtus Sumule, DEA

NIP 195910251987111001

Tembusan:

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi selaku Ketua Umum Peringatan HAKTEKNAS ke-24 Tahun 2019

 Download Pengumuman Nominator

Source link Read the rest

PETA TEMATIK BAGI PENYANDANG TUNANETRA

PETA TEMATIK BAGI PENYANDANG TUNANETRA

Salah satu julukan kota Yogyakarta adalah kota ramah difabel. Namun hingga saat ini, fasilitas dan aksesibilitas pendidikan bagi para penyandang disabilitas belum sepenuhnya ramah bagi mereka. Di antaranya adalah minimnya media pembelajaran bagi para penyandang disabilitas.

Media pembelajaran bagi penyandang disabilitas masih terbatas jumlahnya. Terlebih lagi, media pembelajaran yang memfasilitasi pengenalan literasi spasial. Oleh sebab itu, Tiga mahasiswa UNY terdiri dari Roni Wijayanto (Pendidikan Geografi), Adesta Feby Putri Setiadi (Ilmu Sejarah), dan Fitria Meilynda Apriyati (Pendidikan Luar Biasa) kemudian mengembangkan peta tematik sebagai media pembelajaran literasi spasial (spatial literacy) bagi penyandang tunanetra. Media pembelajaran ini bertajuk SMATA Jogja (Smart-Thematic Map Jogjakarta), peta tematik sederhana yang berisi kondisi umum kota Yogyakarta meliputi jalan raya, lokasi dan titik fasilitas umum seperti halte Trans Jogja, rumah sakit, hingga bandara.

“Literasi spasial adalah kemampuan untuk menggunakan sifat-sifat ruang dalam berkomunikasi, memberikan alasan serta memecahkan masalah. Untuk mengembangakan pengetahuan mengenai literasi spasial bagi penyandang tunanetra, diperlukan media pembelajaran khusus. Kami menawarkan solusi melalui Smart Thematic Map atau peta tematik pintar bagi mereka,” ujar Roni, Rabu (17/7/2019).

Ketersediaan informasi publik berupa lokasi-lokasi suatu daerah atau aspek spasial merupakan hak akses masyarakat, termasuk juga bagi para penyandang tunanetra. Aspek-aspek spasial yang dapat diketahui berupa lokasi suatu daerah, jarak antar lokasi, orientasi, dan rute perjalanan. Dengan adanya SMATA Jogja, informasi publik berupa lokasi dan rute daerah Yogyakarta dapat tersampaikan bagi penyandang disabilitas, sehingga dapat mendorong tercapainya tujuan pembangunan yang dicanangkan pemerintah.

SMATA Jogja dibagi menjadi empat kuadran yang berbeda. Dari keempat kuadran tersebut diambil salah satu daerah yang dapat dikenali oleh masyarakat awam. Keempat kuadran itu ialah; Peta Halte Trans Jogja Kawasan Depok (Kuadran I); Peta Halte Trans Jogja Kawasan Kusumanegara (Kuadran II); Peta Halte Trans Jogja Kawasan Malioboro (Kuadran III); dan Peta Halte Trans Jogja Kawasan Jombor (Kuadran IV). (Muhammad Abdul Hadi/JK)

Source link Read the rest