TINNERIS (TIRAI BANNER LUKIS ANTI NYAMUK AROMA TERAPI)

TINNERIS (TIRAI BANNER LUKIS ANTI NYAMUK AROMA TERAPI)

Mahasiswa Politeknik Negeri Malang membuat suatu produk baru dangan nama TINNERIS (Tirai Banner Lukis Anti Nyamuk Aromaterapi).  Mahasiswa tersebut terdiri atas 5 orang. Kelompok PKM-K ini di ketuai oleh  adalah Fiarida Tika Amasis (D4 Akuntansi Manajemen, angkatan 2017), dan 4 orang anggota diantaranya : Kurnia Tri Cahyani (D3 Teknik Kimia, angkatan 2016); Indah Sukmawati (D3 Teknik Kimia, angkatan 2017); Nur Fahmi Novianto (D4 Teknik Mesin Produksi dan Perawatan, angkatan 2017); Unita Usfiatul Fardiani (D3 Akuntansi, angkatan 2017). Progam ini bertujuan untuk melatih jiwa kewirausahaan, meningkatkan inovasi dan kreativitas. Ide membuat produk ini muncul saat melihat pesta demokrasi yang menggunakan bahan banner sebagai media kampanye serta event-event lain baik akademik maupun non akademik yang juga meggunakan banner untuk menyebarkan informasi, dimana setelah acara berlangsung banner tersebut tidak dipakai dan dibuang sehingga dapat mencemari lingkungan, mengingat banner terbuat dari bahan sejenis plastik yang sulit terurai. Untuk mengatasi masalah tersebut Mahasiswa Politeknik Negeri Malang mendaur ulang banner bekas yang sudah tidak terpakai menjadi sebuah tirai modern dengan jenis vertical blind. Bahan banner sangat cocok dijadikan daun tirai karena sifatnya yang tidak terlalu kaku, dan tidak tembus pandang.

Untuk meningkatkan nilai jual dari tirai ini, maka di berikan lukisan pada daun tirai yang dapat dicustom sesuai keinginan konsumen sehingga berbeda dengan vertical blind pada umumnya yang memiliki warna polos. Selain itu juga ditambahkan tempat gantungan aromaterapi sebagai upaya untuk mengurangi nyamuk yang biasanya menempel pada tirai, aromaterapi ini dapat direfill dan ditemukan di berbagai toko swalayan. Selain motif lukisan yang bisa di custom, untuk ukuran jendela juga sesuai dengan permintaan konsumen.

Sebelumnya para mahasiswa ini mengikuti kompetisi PKM yang diselenggarakan oleh UKM Pendidikan dan Penalaran Politeknik Negeri Malang dan berhasil mendapatkan penghargaan sebagai PKM-K terbaik, kemudian melanjutkan Proposal PKM tersebut untuk penguploadan nasional pada tahun 2018. Pada bulan Maret tahun 2019 telah … Read the rest

B.J. Habibie Abadi sebagai Nama Perpustakaan di PNUP

B.J. Habibie Abadi sebagai Nama Perpustakaan di PNUP

Makassar – Kesedihan mendalam dirasakan oleh segenap sivitas akademika dan tenaga kependidikan Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) atas wafatnya Presiden ke-3 Republik Indonesia, Prof. Dr. Ing. H. B.J. Habibie, Rabu (11/9). Kesedihan tersebut sangat beralasan mengingat  selama ini terjalin kedekatan emosional antara B.J. Habibie dengan segenap sivitas akademika PNUP yang telah mengabadikan namanya menjadi nama perpustakaan di PNUP sejak 20 Mei 2007.

Menurut Salmubi, S. Sos, S.S., M.I.M., selaku Kepala UPT Perpustakaan B. J. Habibie PNUP bahwa pengabadian nama B. J. Habibie sebagai nama perpustakaan PNUP sebagai salah satu bentuk penghormatan dan penghargaan atas ketokohan beliau yang telah mempersembahkan karya gemilang dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikenal hingga pentas internasional. Inspirasi lainnya adalah sebagai usaha untuk menumbuhkan semangat intelektual generasi muda dengan meneladani kepribadian B. J. Habibie yang tak kenal lelah untuk menguasai ilmu pengethauan dan teknologi.

Dirinya juga menambahkan bahwa di perpustakaan yang dipimpinnya sudah lama tersedia Habibie Corner yang menyediakan berbagai sumber informasi tentang Presiden ke-3 Indonesia itu termasuk koleksi 80 buku khusus tentang B. J. Habibie. Setelah kepergian B. J. Habibie, ruang Habibie Corner di perpustakaan PNUP akan berfungsi sebagai museum mini yang menyediakan dokumen, foto, dan benda-benda lain yang bernilai sejarah yang berhubungan dengan sosok almarhum B. J. Habibie.

Sebagai tanda duka atas wafatnya Presiden B. J. Habibie, para mahasiswa yang datang ke perpustakaan B. J. Habibie, Kamis (12/9) dipasangkan pita hitam di lengan kanan. Mereka  memakainya selama berada di dalam perpustakaan. Selain itu dilaksanakan juga shalat gaib di Masjid Ulil Al Baab PNUP.

Saat ini, koleksi buku di perpustakaan B. J. Habibie PNUP selalu dilakukan pemutakhiran yang relevan dengan program pendidikan dan pengajaran di PNUP dengan tetap berorientasi pada kebutuhan para pengguna.  Sistem layanan perpustakaan B.J.Habibie PNUP antara lain berupa layanan penyediaan sumber-sumber informasi, layanan peminjaman koleksi, penyediakan layanan internet dan layanan lainnya. Sebagai jawaban … Read the rest

Kemenristekdikti Umumkan Penerima SINTA Award 2019

Kemenristekdikti Umumkan Penerima SINTA Award 2019

Siaran Pers Kemenristekdikti
No : 187/SP/HM/BKKP/IX/2019

Jakarta – Publikasi Ilmiah Indonesia bergerak secara eksponensial dari beberapa tahun terakhir, hingga mencapai puncaknya di pertengahan tahun 2019, Indonesia berhasil mencapai puncak jumlah publikasi tertinggi di ASEAN dalam hal publikasi ilmiah untuk tahun 2019. Ini semua membuktikan bahwa Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) serius dalam memperbaiki iklim riset Indonesia.

Acara pemberian “Penghargaan Science and Technology Index (SINTA Award) 2019”, merupakan bentuk apresiasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi terhadap upaya yang dilakukan kalangan peneliti dan akademisi dalam mendorong peningkatan publikasi dan jurnal ilmiah Internasional.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menyebutkan, salah satu tantangan yang masih dihadapi Indonesia yakni belum sebandingnya jumlah mahasiswa dan jumlah dosen dengan jumlah publikasi yang dihasilkan. Ia menyebutkan bahwa kurang dikenalnya penelitian anak negeri di tingkat global (Internasional), antara lain diakibatkan rendahnya publikasi global para peneliti tersebut.

Menristekdikti berharap agar SINTA dapat memotivasi para peneliti untuk lebih giat menghasilkan publikasi dan perlahan dapat menghilangkan ketergantungan penggunaan sistem pengindeks publikasi dari luar negeri.

“Sistem ini masih jauh dari sempurna karena memang baru dimulai. Namun tidak akan berhenti untuk disempurnakan. Dengan SINTA diharapkan daya saing jurnal dan publikasi ilmiah dapat meningkat tajam di tahun-tahun ke depan. Publikasi ilmiah saat ini memegang peranan sangat penting sebagai bukti pertanggungjawaban ilmiah hasil penelitian sehingga dapat dikenal luas secara global,” kata Menteri Nasir di Jakarta Convention Center (JCC).

‘World Class University (WCU)’ menempatkan publikasi ilmiah sebagai salah satu indikator dalam melakukan pemeringkatan perguruan tinggi di seluruh dunia. Sampai tanggal 9 September 2019, publikasi ilmiah Indonesia di tingkat ASEAN untuk tahun 2018 yang telah diterbitkan jurnal Scopus sebanyak 34.007, menduduki posisi pertama diikuti oleh Malaysia sebanyak 33.286, namun publikasi untuk tahun 2019 Indonesia sementara menjadi kedua di angka 19.916 dikalahkan oleh Malaysia di angka 20.993, masih ada waktu untuk segera terus berkompetisi di … Read the rest

Selamat Jalan Bapak Teknologi Indonesia, BJ Habibie

Selamat Jalan Bapak Teknologi Indonesia, BJ Habibie

Siaran Pers
Nomor : 185/SP/HM/BKKP/IX/2019

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi menyampaikan duka yang mendalam atas wafatnya Presiden Indonesia Ke- 3 Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie. Beliau juga merupakan Menteri Riset dan Teknologi periode 1978- 1998.

Almarhum Prof. BJ Habibie meninggal Rabu, 11 September 2019 di RSPAD Gatot Soebroto dalam usia 83 tahun.

Menristekdikti Mohamad Nasir mengungkapkan bahwa bangsa Indonesia telah kehilangan salah satu tokoh terbesarnya, seorang Bapak Bangsa, Bapak Teknologi dan seorang Eyang yang dicintai seluruh rakyat Indonesia, yang memberikan aspirasi kaum millenial Indonesia (generasi muda).

” Selama puluhan tahun Bapak Habibie telah mengabdikan diri kepada bangsa Indonesia dalam bidang pengembangan Iptek dan Inovasin. Prof BJH adalah sosok yang sangat diidolakan semua kalangan baik dari segi intelektual, jiwa kepemimpinan hingga rasa kasih sayang Beliau terhadap keluarga dan sesama manusia. Hampir setiap Ibu menginginkan anaknya menjadi pintar seperti Bapak Habibie,” ujar Menristekdikti dengan haru usai mendengar kabar wafatnya Bapak BJ Habibie.

Menteri Nasir melihat BJ Habibie sebagai seorang Presiden, Bapak Teknologi Indonesia yang menjadi Menteri Riset dan Teknologi selama 20 tahun, dan sosok intelektual yang sukses membangun paradigma riset dan teknologi yang bisa membangun peradaban yang lebih maju untuk Indonesia.

Kontribusi Bapak BJ Habibie terhadap kemajuan bangsa Indonesia dinilai sangat inovatif, inspiratif dan bermakna bagi kemaslahatan bangsa. Beliau menjadikan teknologi bangsa Indonesia disegani di tingkat dunia serta terus menerus menekankan pentingnya penguasaan iptek untuk kemajuan Bangsa Indonesia.

Selamat Jalan Eyang BJ Habibie.
Selamat Jalan Bapak Teknologi Indonesia. Kami berjanji akan meneruskan cita cita Bapak yang tak pernah pudar.

Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kemenristekdikti

Instagram @Ristekdikti
Twitter: @Kemristekdikti
Facebook: Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi
YouTube: Ristekdikti TV
Website : https: //lightsideimages.com
Google Play: G-Magz

Source link Read the rest

Atlet Paralayang Peraih 22 Emas, 15 Perunggu, 10 Perak ini Kuliah dengan Beasiswa dari IPB University

Atlet Paralayang Peraih 22 Emas, 15 Perunggu, 10 Perak ini Kuliah dengan Beasiswa dari IPB University

Hening Paradigma, resmi menjadi mahasiswa Sekolah Pascasarjana IPB University pada program studi (S2) Ilmu Pangan, Tahun Akademik 2019/2020 melalui program beasiswa peraih medali emas Asian Games 2018 dari IPB University. Program ini sebagai bentuk kepedulian IPB University terhadap masa depan pendidikan para pejuang olahraga yang telah mengharumkan nama bangsa Indonesia melalui pencapaian medali dalam Asian Games 2018.

“Saya merasa beruntung banget karena semuanya klop. Alhamdulilah. Saya sedang merintis usaha di bidang makanan yang membutuhkan hal teknis untuk produksi agar produk yang saya akan jual mampu naik kelas dan ternyata IPB University ada jurusan Teknik Pangan. Kebetulan, saya dekat dengan wartawan Antaranews yang menginformasikan beasiswa ini. Sehingga, gayung bersambut, lalu saya ambil kesempatan ini,” terangnya.

Hening telah menekuni paralayang sejak berusia 14 tahun. Awal mula menjadi atlet paralayang diawali dari hobi yang diperkenalkan oleh ayahnya ketika di Puncak, Bogor tahun 1999. Pada masa itu ia masih sekolah di Semarang, sehingga latihan paralayang ia lakukan setiap libur caturwulan.  

“Akhir tahun 1999 ada pertandingan ketepatan mendarat paralayang junior. Alhamdulilah saya mendapatkan juara tiga. Melihat hal itu, pengurus paralayang Propinsi Jawa Tengah kemudian menarik saya menjadi atlet junior mereka,” tambah Hening peraih 22 Emas, 15 Perunggu, 10 Perak dari olahraga paralayang. 

Menekuni paralayang tentu tidaklah mudah, pada tahun 2008 Hening mengalami dua kali cedera. Cedera yang pertama adalah pada paha yang menyebabkan lebam lebar sehingga ia tidak bisa berjalan selama tiga minggu lebih. Cedera yang kedua mengalami dislokasi siku kiri sehingga Hening tidak bisa mengikuti Asian Beach Games 2008 di Bali dan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008 di Kalimantan Timur. 

Dahulu Hening termotivasi untuk terus menekuni olahraga paralayang karena dari olahraga ini ia berkesempatan untuk jalan-jalan dan mendapatkan uang saku. “Olah raga ini cocok banget buat yang suka travelling apalagi biasanya event paralayang ada di lokasi wisata. Terlebih paralayang termasuk cabang olahraga binaan TNI … Read the rest