Browsed by
Author: jindoank

Tingkatkan Wawasan dan Jejaring, Ilmuwan Muda Indonesia Dapat Kesempatan Hadiri Pertemuan Rutin Para Penerima Nobel

Tingkatkan Wawasan dan Jejaring, Ilmuwan Muda Indonesia Dapat Kesempatan Hadiri Pertemuan Rutin Para Penerima Nobel

Siaran Pers Kemenistekdikti

Nomor: 156/SP/HM/BKKP/VIII/2019

Untuk meningkatkan wawasan dan jejaring ilmuwan muda Indonesia di dunia internasional, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menandatangani memorandum of understanding (MoU) yang memungkinkan ilmuwan muda dari Indonesia untuk bertemu para ilmuwan penerima Nobel pada Lindau Nobel Laureates Meetings mulai 2020 hingga 2022. Ini adalah kesempatan pertama bagi Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir.

“Partisipasi Indonesia diharapkan dapat mendorong pertukaran ilmu lintas generasi, lintas budaya, serta lintas disiplin ilmu yang akan mendukung pengembangan kapasitas ilmu pengetahuan di Indonesia”, tutur Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Naim di Gedung D Kemenristekdikti pada Kamis (22/8).

Ainun sendiri mewakili Kemenristekdikti menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) antara Kemenristekdikti dengan dua lembaga yang bertanggung jawab menyelenggarakan Lindau Nobel Laureates Meeting di Kota Lindau (Jerman), yaitu The Council for Lindau Nobel Laureates Meeting (LNL Council) dan The Foundation Lindau Nobel Laureates Meeting (LNL Foundation) di Aula Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Berlin, Jerman pada Jumat (9/8) lalu.

Pada kesempatan yang difasilitasi oleh KBRI Berlin tersebut, Sesjen Kemenristekdikti menandatangani MoU dengan President of LNL Council Countess Bettina Bernadotte dan Member of The Board of LNL Foundation Nikolaus Turner.

Member of The Board of LNL Foundation Nikolaus Turner mengungkapkan lembaganya antusias untuk melihat kemampuan ilmuwan muda Indonesia.

“Lindau Nobel Laureate Meeting adalah kesempatan unik bagi para ilmuwan muda Indonesia untuk meningkatkan kredibilitas dan reputasi mereka,” ungkap Member of The Board of LNL Foundation Nikolaus Turner.

Penandatanganan MoU tersebut merupakan bentuk komitmen Kemenristekdikti untuk mendukung partisipasi serta peningkatan perluasan jejaring internasional para ilmuwan muda Indonesia melalui peran aktif mereka pada Lindau Nobel Laureate Meeting. Komitmen yang disepakati untuk tiga tahun anggaran tersebut akan menjadi acuan keikutsertaan ilmuwan muda Indonesia dalam pertemuan bergengsi para penerima Nobel yang dimulai dengan pengiriman delegasi pada tahun 2020 mendatang.

LNL Meeting di tahun 2020 tersebut tercatat sebagai pertemuan yang ke-70. Para … Read the rest

Mahasiswa ITS Ubah Polusi Udara jadi Gas Ramah Lingkungan

Mahasiswa ITS Ubah Polusi Udara jadi Gas Ramah Lingkungan

SURABAYA – Meningkatnya jumlah pengendara kendaraan bermotor saat ini, tentunya mengakibatkan pula semakin meningkatnya kadar polusi udara. Apalagi dalam radius lingkungan yang kurang hijau atau kurang adanya tanaman yang tumbuh, dapat dipastikan kualitas udaranya tidak sesuai dengan aturan kesehatan yang ada.

Menyadari hal itu, tiga orang mahasiswa Departemen
Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), menyulap polusi udara
kendaraan bermotor tersebut justru menjadi gas yang aman dan layak buang.
Ketiga mahasiswa itu adalah Alvin Rahmad Widyanto, Vina Rizky Andina, dan
Hafildatur Rosyidah di bawah bimbingan dosen Ir Endang Purwanti Setyaningsih MT.

Polusi udara yang dimaksud merupakan jenis-jenis gas
beracun yang dapat mengakibatkan gangguan atau penyakit pernapasan, seperti gas
karbonmonoksida, nitrogenoksida, dan hidrokarbon. “Hal ini perlu ditangani
lebih lanjut karena aktivitas manusia yang tak bisa luput dari kendaraan, dan
jika dibiarkan akan makin memperburuk kesehatan lingkungan,” tutur Alvin yang
dipercaya sebagai ketua tim.

Guna mengatasi masalah tersebut, lanjut Alvin, ia
dan timnya berinovasi untuk menciptakan katalitik konverter berupa reaktor atau
tabung kecil yang berisikan lempengan kawat tembaga dan senyawa kimia padatan
berupa katalis MnO2/Zeolit-Y Hierarki.

Menurut Alvin, adanya tembaga dan katalis tersebut
berguna mereduksi atau mengubah gas karbonmonoksida, nitrogenoksida, dan
hidrokarbon tersebut menjadi gas karbondioksida, nitrogen, uap air, dan ion
sulfat. “Jadi prosesnya, gas-gas beracun itu diserap terlebih dahulu oleh
katalis kemudian dikonversi oleh katalis juga,” sambungnya.

Gas hasil konverter tersebut telah diteliti oleh tim
sangat aman dan bermanfaat bagi lingkungan. “Seperti gas karbondioksida sebagai
bahan fotosintesis bagi tumbuhan, nitrogen untuk daya dukung kesuburan tanah,
uap air dan ion sulfat sebagai produk yang aman bagi lingkungan,” jelas mahasiswa
asal Mojokerto itu.

Reaktor katalitik ini telah dipasang oleh tim pada
knalpot kendaraan dan disusun sedemikian rupa agar tidak menimbulkan polusi
suara dari knalpot. Menurut Alvin, kelebihan katalitik konverter ini mampu
digunakan dalam satu tahun dengan masa satu kali penggantian bahan. Selain itu,
bahan … Read the rest

Anak Tukang Bubur Raih Beasiswa S2 dan S3 Sekaligus di IPB University

Anak Tukang Bubur Raih Beasiswa S2 dan S3 Sekaligus di IPB University

BOGOR – Berasal dari keluarga yang sederhana, bukanlah menjadi penghambat untuk dapat menempuh pendidikan tinggi. Hal ini dibuktikan oleh mahasiswa IPB University, Eka Setiawan dari Program Studi Biologi Tumbuhan. Eka mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan studi S2 sekaligus S3 setelah lulus sarjana di IPB University. Eka berhasil mendapatkan beasiswa Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) dengan promotor Prof Dr Tatik Chikmawati.

Eka memiliki ayah yang bekerja sebagai tukang bubur di daerah Parungbingung Depok. Sedangkan ibunya seorang pengajar ngaji Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) di kampung.

“Sejak kecil saya sudah ikut ayah yang ketika itu berjualan di daerah Bantargebang Bekasi,  kemudian pindah ke daerah Cakung, Jakarta Timur sampai saya berusia lima atau enam tahun.  Masih teringat jelas, saat itu dus karton atau bangku panjang yang lebarnya kurang dari 50 cm menjadi kasur yang nyaman untuk kami tidur,” ungkap Eka.

Semasa di kampus, Eka menceritakan kegemarannya mengamati tumbuhan sehingga tertarik untuk mempelajari keanekaragaman tumbuhan lebih dalam. Hal tersebut menimbulkan pertanyaan besar dalam benaknya, mengapa di negara Indonesia dengan keanekaragaman tumbuhannya yang tinggi ini baru sedikit yang fokus mempelajari keanekaragaman tumbuhan apalagi di pulau Jawa yang masih memiliki hutan yang bagus namun baru sedikit dieksplorasi.

“Ketertarikan saya pada bidang keanekaragaman tumbuhan membuat saya memutuskan lanjut kuliah. Setelah lulus sarjana, saya mendapatkan tawaran dari beberapa bank dan perusahaan asuransi tapi alhamdulillah saya dapat beasiswa PMDSU. Bidang yang ditawarkan oleh Prof Tatik juga sesuai dengan apa yang ingin saya pelajari lebih dalam yaitu keanekaragaman tumbuhan,” tambahnya.

Dalam masa-masa perantauannya, orang tuanya selalu berpesan agar tidak pernah meninggalkan shalat bahkan dalam kondisi sesibuk apapun. 

“Ayah dan ibu selalu menyemangati saya dan mendoakan saya agar selalu diberi kelancaran dan terus diberikan kesehatan selama studi. Walau dari berjualan bubur mendapat uang yang pas-pasan tapi ayah selalu mengusahakan segalanya untuk kebutuhan anak-anaknya. Dari perjalanan hidup ini saya belajar … Read the rest

Mahasiswa UI Temukan Obat Alternatif Kanker Serviks dari Racun Duri Lionfish

Mahasiswa UI Temukan Obat Alternatif Kanker Serviks dari Racun Duri Lionfish

JAKARTA – Tiga mahasiswa Universitas Indonesia (UI) jurusan Teknik Bioproses Fakultas Teknik UI berhasil menemukan Obat Anti Kanker Serviks yang berasal dari racun duri ikan Lionfish sebagai alternatif obat dari bahan alam untuk sediaan anti kanker serviks. Ketiga mahasiswa UI tersebut adalah Mustika Sari, Sarah Salsabila, dan She Liza Noer.

Penelitian yang dilakukan para mahasiswa dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus kematian yang disebabkan oleh kanker serviks di Indonesia. Berdasarkan data tahun 2018 yang dikeluarkan Globoca menyatakan bahwa terdapat 32.469 kasus dan 18.279 diantaranya meninggal dunia.

Lebih lanjut, Lionfish juga mengalami species invasive dengan tingkat reproduksi dan distribusi yang tinggi sehingga menyebabkan ledakan populasi hingga 700%. Ledakan populasi tersebut menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem dan penurunan populasi ikan lokal sehingga dapat merugikan nelayan sekitar.

“Berangkat dari permasalahan tersebut, kami menggali literatur terkait penggunaan Lionfish sebagai alternatif obat dari bahan alam. Terlebih lagi, pengobatan melalui kemoterapi juga belum sepenuhnya efektif karena efek samping yang dihasilkannya.

Penggunaan lionfish disini merupakan upaya kami untuk ikut serta menjaga ekosistem laut, karena ikan tersebut merupakan salah satu ikan yang merugikan nelayan. Melalui uji laboratorium, hasil menunjukkan bahwa racun Lionfish berhasil membunuh sel kanker.” ujar Mustika.

Dipilihnya ikan lionfish sebagai bahan alternatif dikarenakan racun duri lionfish mengandung peptida yang memiliki aktivitas antiproliferatif terhadap sel kanker dengan mekanisme induksi apoptosis, yaitu proses penghambatan proliferasi sel kanker secara selektif.

Untuk mendapatkan protein yang memiliki sifat apoptosis terhadap sel kanker serviks, tiga mahasiswa tersebut mengkestraksi racun duri Lionfish yang kemudian dimurnikan dengan presipitasi ammonium sulfat  dengan proses pemanasan. Ekstrak racun dari duri lionfish yang telah diperoleh kemudian diujikan secara in vitro terhadap sel kanker.

“Hasil yang diperoleh dari pengujian in vitro terlihat adanya efek inhibisi terhadap sel kanker serviks. Efek inhibisi ini menunjukkan pengujian berhasil membunuh sel kanker yang ada” terang Mustika.

Melalui penelitian ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk alternatif pengobatan kanker serviks berbahan alam serta … Read the rest

FBIA Ajak BSN dan IPB Bahas Teknologi Fine Bubble

FBIA Ajak BSN dan IPB Bahas Teknologi Fine Bubble

JAKARTA – Fine Bubble Industries Association (FBIA) yang berkedudukan di Jepang, mengajak Badan Standardisasi Nasional (BSN) untuk menjadi host terkait dengan rencana Technical Meeting ISO/TC 281 Fine Bubble Technology pada tahun 2020. Di tahun yang sama, FBIA juga menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk menjadi host dalam pertemuan International Collaboration Platform dan Workshop Ultrafine Bubbles Technology.

Untuk itu, FBIA dan IPB melakukan audiensi dengan BSN pada Senin (19/8/2019), di kantor BSN, Jakarta. Perwakilan yang hadir, Manager, Planning FBIA, Nobuhisa Kitagawa; Supervisory Innovation Coordinator of National Institute of Advanced Industrial Science and Technology (AIST), Nobuhiro Aya yang juga menjabat sebagai Committee Manager of ISO/TC 281 Fine Bubble Technology; serta Guru Besar IPB, Prof Aris Purwanto.

BSN menyambut baik kedatangan FBIA dan IPB dan tak menutup mata dengan teknologi Fine Bubble ini. “Saya kira ini teknologi baru. Jadi kita mesti terbuka untuk meningkatkan efisiensi,” sebut Kepala BSN, Bambang Prasetya.

ISO/TC 281 sendiri telah memiliki 6 standar yang berstatuspublished terkait Fine Bubble Technology. Yaitu, ISO 20480-1:2017, ISO 20480-2:2018, ISO 21255:2018, ISO 20298-1, ISO/TS 23016-1, dan ISO 23016-2.

Selain Kepala BSN, turut hadir Deputi Bidang Pengembangan Standar BSN, Nasrudin Irawan; Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian, Zakiyah; Deputi Bidang Standar Nasonal Satuan Ukuran BSN, Hastori; dan Direktur Pengembangan Standar Agro, Kimia, Kesehatan, dan Halal, Wahyu Purbowasito.

IPB mewakili Indonesia dalam International Collaboration Platfrom dalam aplikasi teknologi Ultrafine Bubbles untuk bidang pertanian dan perikanan bersama dengan perwakilan dari Jepang, Vietnam, Singapura, dan Amerika Serikat. Melalui skema kerjasama ini telah dilakukan pertemuan secara regular di negara-negara anggota. Pertemuan terakhir dilaksanakan di Hanoi, Vietnam pada Januari 2019. Pada pertemuan tersebut dilaksanakan juga Series Technical Meeting ISO/TC 281 yang dilaksanakan di STAMEQ (Standards, Metrology, and Quality of Vietnam) dimana Indonesia saat ini masuk sebagai salah satu Observing Members.

sumber : http://www.bsn.go.id/main/berita/detail/10398/fbia-ajak-bsn-dan-ipb-bahas-teknologi-fine-bubble

Source Read the rest