Browsed by
Category: Highlight

Pembukaan Prodi dan Pendirian Perguruan Tinggi Direformasi, 15 Hari Izin Terbit Jika Semua Syarat Terpenuhi

Pembukaan Prodi dan Pendirian Perguruan Tinggi Direformasi, 15 Hari Izin Terbit Jika Semua Syarat Terpenuhi

Siaran Pers Kemenristekdikti
No : 144/SP/HM/BKKP/VIII/2019

Jakarta – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) kini merombak sistem perizinan untuk perguruan tinggi, mencakup pembukaan program studi (prodi) baru dan pendirian perguruan tinggi (PT). Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Mohamad Nasir menentukan proses keduanya maksimal hanya 15 hari kerja selama semua persyaratan sudah dipenuhi.

“Dulu kalau mengurus perizinan pembukaan prodi makan waktu lama berbulan-bulan dan tidak jelas kapan izin keluar,” ungkap Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Mohamad Nasir dalam konferensi pers mengenai perizinan perguruan tinggi di Ruang Sidang Utama Lantai 3, Gedung D Kemenristekdikti pada Jumat (2/8/2019).

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan, ada dua aspek dalam mengusulkan perizinan pembukaan program studi (prodi), yaitu aspek dosen dan non dosen. Kedua aspek tersebut kini dievaluasi secara online.

“Proses perizinan secara online menghemat banyak waktu dan anggaran. Pejabat perguruan tinggi tidak perlu lagi bolak-balik ke Jakarta karena semua bisa lewat online. Mereka bisa mengecek prosesnya sudah sampai dimana,” ujar Menristekdikti.

Perubahan lainnya mencakup evaluasi dosen dan non dosen untuk pembukaan prodi saat ini diserahkan pada Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti).

“Pada Maret 2019 perizinan yang diajukan ada 163 prodi ini, ternyata diselesaikan lima hari. Bahkan yang bisa selesai di bawah lima hari sebanyak 82 persen. Berarti di atas 5 hari hanya 18 persen. Untuk April 77 persen, Mei 72 persen, Juni 71 persen, Juli 90 persen (yang selesai di bawah lima hari),” papar Menristekdikti.

Menteri Nasir menyampaikan pada prinsipnya Kemenristekdikti menyederhanakan perizinan pendirian PT dan pembukaan prodi sambil tetap memastikan pendidikan tinggi Indonesia berkualitas. Menteri Nasir menyampaikan apabila PT yang melanggar aturan dalam persyaratan pendirian PT dan perubahan prodi akan diberikan sanksi tegas.

“Proses perizinan perguruan tinggi ini harus cepat tepat dan tidak ngawur. Kalau ada yang ngawur kami akan tindak,” tegas Menristekdikti.

Sanksi tegas … Read the rest

Menristekdikti Harapkan Profesi Dokter Adaptif dan Inovatif Terhadap Tantangan Revolusi Industri 4.0

Menristekdikti Harapkan Profesi Dokter Adaptif dan Inovatif Terhadap Tantangan Revolusi Industri 4.0

Siaran Pers Kemenristekdikti
Nomor : 143/SP/HM/BKKP/VIII/2019

Semarang – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan Revolusi Industri 4.0 mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia, salah satunya profesi dokter. Oleh karena itu Menteri Nasir berharap dokter harus adaptif dan inovatif terhadap perkembangan teknologi agar memiliki daya saing tinggi dan penguasaan terhadap teknologi medis termutakhir.

Hal tersebut disampaikan Menristekdikti saat menghadiri acara pengambilan Sumpah Dokter ke-227 periode III tahun 2019 Universitas Diponegoro (Undip) di Gedung A Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Semarang pada Kamis (1/8).

“Pengambilan sumpah dokter yang diikuti oleh 29 wisudawan diharapkan dapat meluluskan dokter baru yang pintar, cerdas, bermoral dan adaptif dengan terus mengikuti perkembangan teknologi di era industri 4.0,” ungkap Menristekdikti.

Memasuki era industri 4.0 melalui big data, artificial intelligence, ‘robotics’ dan internet of things yang berkembang secara integratif untuk mendukung layanan dan kenyamanan hidup manusia secara berkelanjutan. Di sektor medis, kehadiran industri 4.0 ini pun akan turut memberikan perubahan signifikan (terutama dari sisi teknologi medis).

Menteri Nasir menuturkan menurut Asian Hospital & Healthcare Management 2018, perangkat medis kedepannya akan membentuk the internet of medical things (IoMT), di mana teknologi, perangkat medis, dan aplikasi akan saling terintegrasi dan mampu mempersonalisasikan perangkat medis khusus yang tepat bagi pasien baik untuk deteksi dini penyakit pencegahan dan perawatan, sampai pada proses bedah yang dibantu oleh robot.

” Era ini kalian harus menjadi dokter yang profesional dan peka terhadap perkembangan zaman. Robot mungkin kelak dapat mengambil alih lebih banyak tugas yang dilakukan manusia di dunia fisik, tetapi manusia masih bisa lebih fleksibel, terampil, dan dapat berpikir di luar algoritma untuk menemukan cara-cara unik dalam memecahkan masalah,” ujar Menteri Nasir.

Menristekdikti menambahkan manusia juga memiliki empati dan kecerdasan emosional yang tidak dimiliki oleh robot. Dengan demikian, Menteri Nasir meminta para dokter terus belajar, menjadi pembelajar sepanjang hayat (life-long learner), sebab di depan … Read the rest

Tingkatkan Literasi Keuangan Kaum Muda, Menristekdikti Sebut Potensi 8 Triliun Rupiah dari Tabungan Mahasiswa

Tingkatkan Literasi Keuangan Kaum Muda, Menristekdikti Sebut Potensi 8 Triliun Rupiah dari Tabungan Mahasiswa

Siaran Pers Kemenristekdikti
No : 141/SP/HM/BKKP/VII/2019

Jakarta – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengapresiasi upaya Otoritas Jasa Keungan (OJK) meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di kalangan kaum muda, yang diharapkan bisa menjadi penggerak ekonomi dan program melek keuangan di masyarakat.

Menristekdikti menyebutkan peningkatan akses masyarakat akan jasa keuangan memiliki pengaruh yang signifikan dalam usaha pengentasan kemiskinan. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa di era globalisasi ini, baik peningkatan literasi keuangan, kesadaran menabung, dan akses terhadap jasa keuangan formal sangatlah diperlukan agar dapat memberikan manfaat bagi semua pihak dalam kegiatan ekonomi (termasuk bagi mahasiswa/lulusan perguruan tinggi).

Oleh karena itu Menristekdikti mengajak mahasiswa untuk lebih aktif menabung di bank, mengingat jumlah mahasiswa yang mencapai delapan juta memiliki potensi besar sebagai penggerak perekonomian Indonesia baik dari segi jumlah populasi, karakter, dan tingkat literasi, serta inklusi keuangan

“Mahasiswa sangat potensial berkontribusi membantu perekonomian Indonesia. Oleh karena itu kami mengajak mahasiswa untuk aktif menabung, berapapun jumlahnya. Jika setiap mahasiswa menabung paling tidak 1-2 juta Rupiah tiap bulannya, maka ada sekitar 8 triliun dana di perbankan,” jelasnya ketika memberikan sambutan pada acara Aksimuda 2019 di Auditorium BPPT di Jakarta, Selasa (30/7).

Sementara itu Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso mengatakan OJK bersama Industri Jasa Keuangan berupaya agar target inklusi keuangan dapat tercapai, antara lain melalui peningkatan tabungan dan investasi, melalui program dan produk yang menyasar segmen pemuda, yaitu program Simpanan Mahasiswa dan Pemuda (SiMuda) yang per 30 Juni 2019 telah dibuka 11.052 rekening dengan nominal sebesar 12,4 miliar Rupiah.

Selain untuk mendukung pencapaian target indeks literasi dan inklusi keuangan sesuai Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI), kegiatan Aksimuda juga dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Indonesia Menabung yang jatuh pada 20 Agustus mendatang.

“Kegiatan AKSiMUDA diharapkan memberikan manfaat positif, khususnya dalam perluasan akses keuangan bagi kelompok mahasiswa dan pemuda di seluruh Indonesia, serta mendukung pencapaian … Read the rest

Pemerintah Targetkan PTN Yang Dipimpin Rektor Asing Capai Ranking 100 Besar Dunia

Pemerintah Targetkan PTN Yang Dipimpin Rektor Asing Capai Ranking 100 Besar Dunia

Siaran Pers Kemenristekdikti
No : 140/SP/HM/BKKP/VII/2019

Jakarta – Dalam rangka meningkatkan ranking perguruan tingginya mencapai 100 besar dunia, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir akan mengundang rektor dari luar negeri untuk memimpin Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang paling siap untuk dinaikkan rankingnya. Menteri Nasir juga memastikan anggaran untuk menggaji rektor luar negeri ini akan disediakan langsung oleh Pemerintah, tanpa mengurangi anggaran PTN tersebut. Pemerintah menargetkan pada 2020 sudah ada perguruan tinggi yang dipimpin rektor terbaik dari luar negeri dan pada 2024 jumlahnya ditargetkan meningkat menjadi lima PTN.

“(Kita nanti tantang calon rektor luar negerinya) kamu bisa tidak tingkatkan ranking perguruan tinggi ini menjadi 200 besar dunia. Setelah itu tercapai, berikutnya 150 besar dunia. Setelah ini 100 besar dunia. Harus seperti itu. Kita tidak bisa targetnya item per item. Bisa tidak mencapai target itu. Nanti (dia harus meningkatkan) publikasinya, mendatangkan dosen asing, mendatangkan mahasiswa asing, bahkan mahasiswa Indonesia bisa kirim ke luar negeri,” ungkap Menristekdikti.
Pemerintah menargetkan 2020 sudah ada satu perguruan tinggi di Indonesia yang dipimpin rektor terbaik luar negeri. Ditargetkan pada 2024, ada lima perguruan tinggi Indonesia yang dipimpin oleh rektor luar negeri.
“Kita baru mappingkan, mana yang paling siap, mana yang belum dan mana perguruan tinggi yang kita targetkan (rektornya) dari asing. Kalau banyaknya, dua sampai lima (perguruan tinggi dengan rektor luar negeri) sampai 2024. Tahun 2020 harus kita mulai,” ungkap Menristekdikti.
Menteri Nasir mengakui saat ini ada beberapa perbaikan peraturan yang diperlukan untuk dapat mengundang rektor luar negeri untuk dapat memimpin perguruan tinggi di Indonesia dan dosen luar negeri untuk dapat mengajar, meneliti, dan berkolaborasi di Indonesia.
“Saya laporkan kepada Bapak Presiden, ini ada regulasi yang perlu ditata ulang. Mulai dari Peraturan Pemerintahnya. Peraturan Menteri kan mengikuti Peraturan Pemerintah. Nanti kalau Peraturan Pemerintahnya sudah diubah, Peraturan Menteri akan mengikuti dengan sendirinya,” ungkap Menristekdikti.
Menristekdikti
Read the rest
Menristekdikti: Uang Kuliah Tunggal (UKT) Wujud Keadilan Biaya Perkuliahan

Menristekdikti: Uang Kuliah Tunggal (UKT) Wujud Keadilan Biaya Perkuliahan

Siaran Pers Kemenristekdikti
No : 139/SP/HM/BKKP/VII/2019

Pemerintah melalui Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) Nomor 39 Tahun 2017 tentang Uang Kuliah Tunggal (UKT) menetapkan besaran biaya yang ditanggung setiap mahasiswa per semester berdasarkan kemampuan ekonominya. Bagi mahasiswa yang secara ekonomi tidak mampu, tidak dikenakan uang pangkal atau pungutan lain selain UKT.

Lebih lanjut Menristekdikti menjelaskan pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dapat memberikan keringanan dan menetapkan ulang besaran UKT mahasiswa. Keputusan itu diambil ketika terdapat ketidaksesuaian kemampuan ekonomi atau saat mahasiswa mengalami perubahan kondisi ekonomi sehingga dapat memberatkan pembayaran UKT tiap semesternya.

“UKT itu ada levelnya, biaya kuliah yang ditanggung setiap mahasiswa itu berbeda-beda. Ini adalah bentuk keringanan yang diberikan sesuai dengan kemampuan ekonomi masing-masing mahasiswa,” jelas Menteri Nasir pada konferensi pers di Gedung D Kemenristekdikti, Senayan (26/7).

Selanjutnya, PTN tidak menanggung biaya yang terdiri atas biaya yang bersifat pribadi, biaya pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), biaya tempat tinggal mahasiswa baik di asrama maupun di luar asrama, juga kegiatan pembelajaran dan penelitian yang dilaksanakan secara mandiri

Untuk memperkuat Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) Nomor 39 Tahun 2017, Pemerintah melalui Surat Edaran Menristekdikti No. B/416/M/PR.03.04/2019 mengatur pungutan uang pangkal atau pungutan lain selain UKT maksimum sebesar 30% dari mahasiswa baru program diploma dan program sarjana bagi mahasiswa asing, mahasiswa kelas internasional, mahasiswa yang melalui jalur kerja sama, dan mahasiswa yang melalui seleksi jalur mandiri. Tentunya besaran pungutan ini tetap memperhatikan kemampuan ekonomi mahasiswa.

Pengenalan Kehidupan Kampus Tidak Boleh Ada Kekerasan dan Mahasiswa Diedukasi akan Bahaya Paham Radikalisme

Selain Uang Kuliah Tunggal (UKT), mahasiswa baru seringkali bingung terkait mekanisme Pengenalan Kehidupan Kampus. Banyak yang beranggapan bahwa kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus masih diisi kegiatan perpeloncoan, senioritas, dan hal negatif lainnya.

Menristekdikti menegaskan dalam penerimaan mahasiswa baru tidak boleh ada kekerasan baik fisik maupun psikologis kepada mahasiswa baru selama masa … Read the rest