Dr. Untung Susanto, SP, MP, Pemulia Varietas Padi Unggul

Dr. Untung Susanto, SP, MP, Pemulia Varietas Padi Unggul

Technology-Indonesia.com – Dr. Untung Susanto, S.P., M.P. merasa gembira sekaligus terharu saat mendengar penuturan petani di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur yang menanam varietas Inpari 42 Agritan GSR (Green Super Rice). Varietas Unggul Baru yang dilepas Badan Litbang Pertanian pada 2016 itu terbukti memiliki produktivitas tinggi dan tahan serangan hama.

Inpari 42 merupakan salah satu hasil penelitiannya sebagai Pemulia di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) berkolaborasi dengan International Rice Research Institute (IRRI)-GSR. Kolaborasi ini juga menghasilkan varietas Inpari 43 Agritan GSR. Kedua VUB ini berdaya hasil tinggi, adaptif keterbatasan input, tahan wereng koloni lapang setidaknya di Jawa, adaptasi luas, serta ditanam hampir di seluruh Indonesia dengan luasan beragam.

Sebagai Pemulia Utama dari BB Padi yang mewakili Indonesia, Untung juga berkolaborasi dengan IRRI dan Harvest Plus yang pada 2019 menghasilkan varietas Inpari IR Nutri Zinc. VUB padi sawah ini memiliki kandungan Zn tinggi (6 ppm atau setara 25% lebih tinggi daripada Ciherang), tahan wereng, blas dan tungro, dan bermanfaat untuk mengatasi stunting.

Sejak 2012 hingga 2019, pemulia kelahiran Banyumas, 18 Desember 1973 ini telah terlibat baik sebagai tim peneliti maupun pemulia utama dalam penelitian hingga dilepasnya 10 varietas padi seperti Inpari 45 Dirgahayu, Inpari 44 Agritan, Sunggal, Inpari 41 Agritan Tadah Hujan, Inpari 39 Agritan Tadah Hujan, Inpari 38 Agritan Tadah Hujan, dan Inpari 30 Ciherang Sub 1.

Untung mendapatkan gelar sarjana pertanian pada 1998 dari Universitas Jenderal Sudirman Purwokerto. Pendidikan S2 ditempuh di Universitas Padjadjaran Bandung melalui beasiswa dari URGE (University Research Graduate Education) BAPPENAS dan selesai pada 2001 dengan gelar Magister Pertanian (MP). Sementara gelar Doktor bidang Agronomi/Pemuliaan Tanaman diraihnya dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 2018 melalui beasiswa dari IRRI.

Sejak 2009, Untung telah aktif dalam berbagai kegiatan penelitian antara lain Pengelolaan Plasma Nutfah Padi (DIPA BB Padi) dan Koordinator Nasional INGER pada 2009 – 2011; Pemanfaatan Spesies Padi Liar Dalam Pembentukan Gene Pool Padi Baru Toleran Cekaman Kekeringan (Insinas-Kemenristek) pada 2010 – 2012; Golden Rice Indonesia (vice coordinator for ICRR) pada 2010 – 2014; Pemuliaan Padi Tahan HDB Spektrum Luas melalui MAS (Konsorsium Padi Nasional) pada 2011 – 2012; Breeding heat tolerant rice (RDA-ASEAN) pada 2011 – 2016; Capacity Enhancement in Rice Production in Southeast Asia under Organic Agriculture Farming System (JAIF-ASEAN) pada 2015 – 2017; Pemuliaan/biofortifikasi padi dengan kandungan Zn tinggi (DIPA-IRRI-Harvest Plus) dari 2011 – sekarang; dan lain-lain.

Untung juga aktif menerbitkan berbagai tulisan ilmiah di jurnal nasional maupun internasional. Selain itu, ia juga aktif mengikuti berbagai seminar baik tingkat nasional maupun internasional.

Berbagai training pernah diikutinya seperti Manajemen Data and Farming System Analysis of ICM (2002); Rice Production Course, IRRI, Philippines (2002); Rice Breeding Course, IRRI, Philippines (2002); Hybrid rice breeding course, IIRR Indonesia (2001) dan Participative Rice Breeding, IIRR, Indonesia, (2001).

Setiap kali mendengarkan penuturan petani yang merasa puas saat menanam varietas baru hasil penelitiannya, Untung seperti mendapat suntikan semangat untuk mengembangkan varietas unggul yang lain. Ia sangat gembira ketika varietas yang turut dihasilkannya bermanfaat bagi petani dan konsumen padi di Indonesia.

Untung berharap dapat merakit varietas dengan daya hasil dan bergizi tinggi serta tahan hama dan penyakit serta toleran pada kondisi lingkungan yang beragam sehingga dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya dan seluas-luasnya bagi umat manusia. “Saya ingin terus berkarya melalui belajar tanpa henti serta kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas penuh sinergi,” pungkasnya.

Source link

AKDSEO