Kemenristekdikti Berbagi Teknologi kepada Masyarakat Buleleng Bali

Kemenristekdikti Berbagi Teknologi kepada Masyarakat Buleleng Bali

Siaran Pers Kemenristekdikti
Nomor: 152/SP/HM/BKKP/VIII/2019

Buleleng – Sebagai rangkaian acara Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir melakukan kegiatan Bakti Inovasi yang bertempat di Kampus Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Jinengdalem, Kabupaten Buleleng, Bali pada Selasa (20/08).

Bakti Inovasi Teknologi yang merupakan salah satu bentuk pertanggung jawaban Kemenristekdikti kepada masyarakat dari hasil karya anak bangsa dalam mengimplementasikan produk hasil inovasi dalam upaya meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat. Melalui Bakti Inovasi Teknologi, Kemenristekdikti memberikan beberapa produk inovasi kepada pemerintah daerah dan masyarakat Bali khususnya daerah Singaraja, Kabupaten Buleleng. Produk inovasi tersebut merupakan hasil kegiatan pendanaan Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti.

“Agar berkembangnya daerah yang memiliki potensi, antara lain kita akan buat pertanian dan perkebunan di sekitar. Lahan perkebunan ini kita bangun harus bisa punya nilai tambah,” ungkap Menristekdikti saat mengawali Bakti Inovasi Teknologi dengan menanam salah satu tanaman tropis di kawasan kampus Unidiksha.

Kemenristekdikti memilih Undiksha sebagai lokasi Bakti Inovasi Teknologi agar ada pemerataan teknologi di Bali.

“Pemilihan Undiksha di Singaraja sebagai tempat Bakti Inovasi kali ini agar ada pemerataan kemajuan teknologi, tidak hanya di kota saja, seperti Denpasar atau Badung, namun daerah pinggir harus dapat kemajuan teknologi,” ungkap Menteri Nasir.

Beberapa produk-produk juga diserahkan oleh Nasir kepada petani, masyarakat, civitas akademik yang terdapat di Singaraja guna mengembangkan potensi yang dimiliki. Produk inovasi anak bangsa tersebut meliputi 1 unit TROLLS (Traktor Tangan berbasis Android), 10 Kursi Roda Otomatis dengan kendali Smartphone Android, 20 Ponkod (alat bantu lemanjat kelapa), 10 Bali Printer 3D 2 in 1, 2.400 botol Pupuk Hayati Plus Biofarm, 2.400 bibit buah tropika (durian, lengkeng, dan alpukat).

Produk Inovasi TROLLS merupakan produk tenant inkubator dari STIKOM Bali, Kursi Roda Otomatis oleh tenant inkubator daro P3M – PPNS, Ponkod oleh tenant inkubator dari STMIK Primakara, serta Bali Printer 3D 2in1 oleh tenant inkubator … Read the rest

Kemenristekdikti Berbagi Teknologi kepada Masyarakat Buleleng Bali

Kemenristekdikti Berbagi Teknologi kepada Masyarakat Buleleng Bali

Siaran Pers Kemenristekdikti
Nomor: 152/SP/HM/BKKP/VIII/2019

Buleleng – Sebagai rangkaian acara Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir melakukan kegiatan Bakti Inovasi yang bertempat di Kampus Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Jinengdalem, Kabupaten Buleleng, Bali pada Selasa (20/08).

Bakti Inovasi Teknologi yang merupakan salah satu bentuk pertanggung jawaban Kemenristekdikti kepada masyarakat dari hasil karya anak bangsa dalam mengimplementasikan produk hasil inovasi dalam upaya meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat. Melalui Bakti Inovasi Teknologi, Kemenristekdikti memberikan beberapa produk inovasi kepada pemerintah daerah dan masyarakat Bali khususnya daerah Singaraja, Kabupaten Buleleng. Produk inovasi tersebut merupakan hasil kegiatan pendanaan Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti.

“Agar berkembangnya daerah yang memiliki potensi, antara lain kita akan buat pertanian dan perkebunan di sekitar. Lahan perkebunan ini kita bangun harus bisa punya nilai tambah,” ungkap Menristekdikti saat mengawali Bakti Inovasi Teknologi dengan menanam salah satu tanaman tropis di kawasan kampus Unidiksha.

Kemenristekdikti memilih Undiksha sebagai lokasi Bakti Inovasi Teknologi agar ada pemerataan teknologi di Bali.

“Pemilihan Undiksha di Singaraja sebagai tempat Bakti Inovasi kali ini agar ada pemerataan kemajuan teknologi, tidak hanya di kota saja, seperti Denpasar atau Badung, namun daerah pinggir harus dapat kemajuan teknologi,” ungkap Menteri Nasir.

Beberapa produk-produk juga diserahkan oleh Nasir kepada petani, masyarakat, civitas akademik yang terdapat di Singaraja guna mengembangkan potensi yang dimiliki. Produk inovasi anak bangsa tersebut meliputi 1 unit TROLLS (Traktor Tangan berbasis Android), 10 Kursi Roda Otomatis dengan kendali Smartphone Android, 20 Ponkod (alat bantu lemanjat kelapa), 10 Bali Printer 3D 2 in 1, 2.400 botol Pupuk Hayati Plus Biofarm, 2.400 bibit buah tropika (durian, lengkeng, dan alpukat).

Produk Inovasi TROLLS merupakan produk tenant inkubator dari STIKOM Bali, Kursi Roda Otomatis oleh tenant inkubator daro P3M – PPNS, Ponkod oleh tenant inkubator dari STMIK Primakara, serta Bali Printer 3D 2in1 oleh tenant inkubator … Read the rest

Menristekdikti: Kompetensi, Kreativitas, Inovasi, dan Kemampuan Berpikir Kritis Kunci Industri Kreatif

Menristekdikti: Kompetensi, Kreativitas, Inovasi, dan Kemampuan Berpikir Kritis Kunci Industri Kreatif

Siaran Pers Kemenristekdikti
Nomor: 151/SP/HM/BKKP/VIII/2019

Buleleng – Kompetensi, kreativitas, inovasi, dan juga kemampuan berpikir kritis semakin diperlukan pemuda Indonesia dalam menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0 melalui industri kreatif, demikian menurut Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir saat memberikan kuliah umum di hadapan para mahasiswa baru Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) di Singaraja, Bali pada Selasa (20/8).

Menristekdikti mengadakan kunjungan ini terkait dengan rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24 yang mengusung tema “Iptek dan Inovasi dalam Industri Kreatif 4.0” dan berlangsung di Denpasar, Bali pada pekan depan.

“Ini menjadi hal yang sangat penting. Di kampus dosen akan memberikan bekal bagaimana agar para mahasiswa memiliki cara berpikir yang kreatif, bagaimana cara melakukan inovasi, dan bagaimana cara untuk berpikir kritis, sehingga anak-anak ini dapat menyelasaikan masalahnya sendiri,” ungkap Menteri Nasir.

Menristekdikti juga mengharapkan agar para mahasiswa tidak bergantung pada materi perkuliahan dan mengandalkan apa yang disampaikan oleh dosen saja. Menurutnya, kuliah hanya mengantarkan kita agar bisa berpikir kreatif dan selebihnya bisa dipelajari di luar perkuliahan.

“Dosen yang Anda serap nanti ilmunya hanya sekitar 20 sampai 40 persen maksimal, sementara yang 60 persen itu dari luar perkuliahan maka saya berharap dari kalian semua bisa berpikir lebih modern, lebih maju, dan saya mengharapkan di antara kalian akan menjadi calon-calon pemimpin di negeri ini,” tutur Menristekdikti.

Selain mengenai kemampuan individual mahasiswa, Menristekdikti juga menyinggung masalah toleransi yang belakangan kembali menyeruak di kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, masalah perbedaan keyakinan jangan sampai dipergunjingkan kembali, karena agama dan keyakinan itu ada pada diri kita masing-masing. Menteri Nasir berharap intoleransi tidak terjadi di kampus Undiksha.

“Pentingnya toleransi harus kita lakukan secara aktif. Jangan hanya ngomong toleransi, tapi sikapnya apatis terhadap orang lain. Hal ini harus kita hindari, jangan sampai masalah urusan agama dibenturkan yang akibatnya kita menjadi tercerai berai. Saya harap kampus Undiksha menjadi kampus … Read the rest

Menristekdikti: Kompetensi, Kreativitas, Inovasi, dan Kemampuan Berpikir Kritis Kunci Industri Kreatif

Menristekdikti: Kompetensi, Kreativitas, Inovasi, dan Kemampuan Berpikir Kritis Kunci Industri Kreatif

Siaran Pers Kemenristekdikti
Nomor: 151/SP/HM/BKKP/VIII/2019

Buleleng – Kompetensi, kreativitas, inovasi, dan juga kemampuan berpikir kritis semakin diperlukan pemuda Indonesia dalam menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0 melalui industri kreatif, demikian menurut Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir saat memberikan kuliah umum di hadapan para mahasiswa baru Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) di Singaraja, Bali pada Selasa (20/8).

Menristekdikti mengadakan kunjungan ini terkait dengan rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24 yang mengusung tema “Iptek dan Inovasi dalam Industri Kreatif 4.0” dan berlangsung di Denpasar, Bali pada pekan depan.

“Ini menjadi hal yang sangat penting. Di kampus dosen akan memberikan bekal bagaimana agar para mahasiswa memiliki cara berpikir yang kreatif, bagaimana cara melakukan inovasi, dan bagaimana cara untuk berpikir kritis, sehingga anak-anak ini dapat menyelasaikan masalahnya sendiri,” ungkap Menteri Nasir.

Menristekdikti juga mengharapkan agar para mahasiswa tidak bergantung pada materi perkuliahan dan mengandalkan apa yang disampaikan oleh dosen saja. Menurutnya, kuliah hanya mengantarkan kita agar bisa berpikir kreatif dan selebihnya bisa dipelajari di luar perkuliahan.

“Dosen yang Anda serap nanti ilmunya hanya sekitar 20 sampai 40 persen maksimal, sementara yang 60 persen itu dari luar perkuliahan maka saya berharap dari kalian semua bisa berpikir lebih modern, lebih maju, dan saya mengharapkan di antara kalian akan menjadi calon-calon pemimpin di negeri ini,” tutur Menristekdikti.

Selain mengenai kemampuan individual mahasiswa, Menristekdikti juga menyinggung masalah toleransi yang belakangan kembali menyeruak di kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, masalah perbedaan keyakinan jangan sampai dipergunjingkan kembali, karena agama dan keyakinan itu ada pada diri kita masing-masing. Menteri Nasir berharap intoleransi tidak terjadi di kampus Undiksha.

“Pentingnya toleransi harus kita lakukan secara aktif. Jangan hanya ngomong toleransi, tapi sikapnya apatis terhadap orang lain. Hal ini harus kita hindari, jangan sampai masalah urusan agama dibenturkan yang akibatnya kita menjadi tercerai berai. Saya harap kampus Undiksha menjadi kampus … Read the rest

Mahasiswa IPB University Gagas Investani, Aplikasi Permodalan Tanpa Bunga untuk Petani

Mahasiswa IPB University Gagas Investani, Aplikasi Permodalan Tanpa Bunga untuk Petani

Sekelompok mahasiswa IPB University melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Gagasan Futuristik Konstruktif (PKM-GFK) ciptakan aplikasi Investani. Sebuah web yang dapat membantu mencarikan alternatif sumber pendanaan bebas bunga bagi petani.

Tim yang terdiri dari Ardian Pribadi Widyanta, Yoga Rivaldi dan Sekar Dhamayanti ini mempertemukan petani dengan pemodal maupun pasar. Selain membantu dalam permodalan, peminjaman dana di Investani juga bisa mengikuti periode masa tanam.

“Bagi investor, Investani diharapkan mampu menjadi alternatif instrument investasi yang menguntungkan. Investasi dapat dilakukan mulai dari seratus ribu rupiah sehingga masyarakat yang baru belajar berinvestasi pun dapat menggunakannya dan membantu petani,” ujar Ardian selaku Ketua Tim.

Menurutnya Investani mempermudah pertemuan investor dengan petani serta petani dengan pasar secara fleksibel karena dapat diakses dimanapun melalui website. Ada dua program yang dihadirkan di Investani yaitu Investasi Pertanian dan Listing. 

Investani ini tercipta karena sulitnya akses media permodalan untuk petani yang disediakan oleh pemerintah maupun swasta. Padahal sektor pertanian memegang peran penting dalam perkembangan perekonomian dan pembangunan di Indonesia. Seperti program alternatif pendanaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), program ini dirasa tidak sesuai dengan kebutuhan petani karena sistem pinjaman Kredit Usaha Tani (KUR) menetapkan sistem bunga yang harus dibayar setiap bulannya, padahal mayoritas komoditas pertanian tidak dapat dipanen dalam kurun waktu satu bulan. 

Selain itu, petani juga membutuhkan kestabilan permintaan dan harga. Kedua hal tersebut dapat dicapai dengan sistem kontrak atau future market antara petani dan konsumen besar seperti pedagang besar dan retailer. Namun, konsumen besar hanya bersedia membeli produk berkontinuitas baik agar konsumen besar memiliki kepastian suplai komoditas pertanian.

“Melihat persoalan tersebut, Investani hadir untuk membantu petani mikro dan kecil dalam meningkatkan kesejahteraannya. Kami menggunakan sistem crowdfunding jenis reward based, bagi hasil. Crowdfunding adalah sistem pendanaan yang memungkinkan sebuah projek pertanian didanai oleh lebih dari satu investor dengan memberikan timbal balik kepada pendana dengan besaran, periode waktu dan cara pemberian bagi … Read the rest