Membuat Bahan Plastik yang Mudah Terbiodegradasi

Membuat Bahan Plastik yang Mudah Terbiodegradasi

BANDUNG – Plastik dikenal sebagai material polimer yang memiliki sifat ringan, daya tahannya baik, sangat murah, tidak cepat rusak, dan tahan terhadap bakteri dan jamur. Itulah sebabnya, hampir semua bidang memakai plastik.

Akan tetapi, keunggulan sifat plastik tersebut menimbulkan masalah ketika plastik menjadi bahan buangan (limbah), dimana terjadi polusi terhadap lingkungan. Sifatnya yang tak mudah terbiodegradasi, membuat plastik sulit terurai di alam. Beberapa contoh polimer yang banyak digunakan sebagai bahan plastik adalah polistiren, polipropilen, dan polietilen.

Atas dasar itulah, Prof.Dr. I Made Arcana MS., Guru Besar pada Kelompok Keahlian Kimia Fisik dan Anorganik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB melakukan penelitian mengenai “metode pembuatan bahan plastik yang dapat terbiodegradasi dari limbah styrofoam”.

Saat diwawancara, belum lama ini, Prof. I Made Arcana mengatakan, ada beberapa cara digunakan untuk menurunkan terjadinya peningkatan sampah plastik yakni dengan menimbun di bawah tanah atau membakarnya. Akan tetapi kedua metode tersebut menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.

“Dengan cara menimbunnya di bawah tanah, disamping mengakibatkan permukaan tanah akan menurun juga terjadi polusi tanah. Sedangkan dengan cara membakarnya akan timbul limbah beracun dalam bentuk gas yang mengakibatkan terjadi pencemaran udara,” ujarnya.

Alternatif pemecahan paling populer adalah dengan cara daur ulang, dimana sampah plastik diproses kembali setelah dipakai. Kesulitannya adalah plastik campuran harus dipisahkan dahulu menurut jenisnya sebelum didaur ulang. Jadi metoda tersebut memerlukan suatu perhatian dan pengetahuan khusus dari masyarakat pemakai untuk mengumpulkan dan memilah-milah sampah plastik tersebut, sehingga sifat-sifat dasar plastik tersebut sejenis. Selain itu hasil daur ulangnya memiliki kualitas yang lebih rendah dari pada plastik asalnya.

Terkait riset yang dilakukan, Prof. I Made Arcana mencoba bagaimana memodifikasi polimer yang sudah ada tersebut sehingga bisa digunakan kembali. “Kita mencoba memanfaatkan itu dengan memodifikasi atau mencampur dengan polimer yang mudah terbiodegradasi, artinya dengan polimer yang ramah lingkungan, salah satunya dikenal sebagai polihidroksi alkanoat. Polihidroksi alkanoat itu … Read the rest

Mahasiswa Utm Yang Berhasil Kembangkan Inovasi Aplikasi Pengenalan Kampus Utm Berbasis Virtual Reality

Mahasiswa Utm Yang Berhasil Kembangkan Inovasi Aplikasi Pengenalan Kampus Utm Berbasis Virtual Reality

Menghadapi
perkembangan teknologi industri 4.0, menuntut hadirnya berbagai produk inovasi
yang dapat memudahkan berbagai aktivitas manusia, sehingga setiap aktivitas
menjadi lebih praktis, mudah dan efisien.

Adalah
Fitroh, salah satu mahasiswa Program Studi Pendidikan Informatika, Fakultas
Ilmu Pendidikan Universitas Trunojoyo Madura (FIP UTM) yang merupakan mahasiswa
pertama berhasil mengembangkan aplikasi berbasis virtual reality sebagai media
pengenalan kampus. Dalam hal ini, kampus yang menjadi konten dalam aplikasi
virtual reality ini adalah UTM (Universitas Trunojoyo Madura). Dengan
menggunakan aplikasi VR ini maka pengguna akan merasakan seolah-olah sedang
berada dalam kampus UTM secara virtual tanpa harus datang ke kampus UTM.
Sehingga semua orang di mana pun berada jika ingin merasakan
“berjalan-jalan” dalam lingkungan kampus UTM baik luar maupun dalam
ruangan tidak harus datang langsung ke UTM.

Aplikasi
yang ia beri nama Peka UTM tersebut merupakan produk yang Fitroh susun dan
dihasilkan sebagai tugas akhir untuk meraih gelar sarjana (Strata 1) di Program
Studi (Prodi) Pendidikan Informatika.

Peka
UTM lahir dari salah satu gagasan Fitroh yang melihat cukup minimnya informasi
tentang UTM secara menyeluruh baik gedung dan fasilitas yang ada, sehingga ia
berfikir untuk membuat aplikasi tentang UTM secara menyeluruh yang dapat
diakses oleh masyarakat diseluruh Indonesia dan Dunia.

Dalam sebuah wawancara fitroh menyampaikan bahwa, sedikit sekali informasi ketika kita ingin mengetahui tentang Universitas Trunojoyo Madura (UTM), apalagi di wilayah bagian barat. Misalnya saya sendiri ketika di terima kampus ini, untuk melihat bagaimana kondisi dan berbagai kelengkapan yang ada, saya cukup kesulitan. Berangkat dari pengalaman pribadi itulah, lahir aplikasi ini agar Universitas Trunojoyo Madura mendunia. Materi pengenalan kampus secara utuh dalam aplikasi ini yakni meliputi  sarana publik yakni gedung Rektorat terpadu, laboratorium, Ruang kuliah bersama ( RKB ), Perpustakaan dan fasilitas penunjang lainnya. Aplikasi ini mengunakan minimum android versi 4.4 (kit-kat) yang memiliki fasilitas sensor Gyrscope, accelometer dan tentunya VR gear  serta joystick untuk memudahkan … Read the rest

Raih Gelar Doktor di ITS, Mutmainnah Kembangkan Antena Mikrostrip

Raih Gelar Doktor di ITS, Mutmainnah Kembangkan Antena Mikrostrip

Surabaya, 26 Juni 2019 – Tuntutan penggunaan multi frekuensi seiring pesatnya pertumbuhan teknologi komunikasi, berdampak pada pengembangan device pendukung komunikasi seperti antena mikrostrip. Melihat peluang ini, Mutmainnah SSi MSi mahasiswa S3 Departemen Fisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Tergerak untuk mengembangkan antena mikrostrip folded dipole dengan sisian U-Shaped, Mumainnah merealisasikannya dalam sidang terbuka promosi doktor yang dipimpin oleh Prof Dr rer nat Agus Rubiyanto MEng Sc di Gedung Teater B ITS, Rabu (26/7).

Dalam sidang tersebut Mutmainnah menyampaikan, topik riset mengenai antena mikrostrip folded dipole dalam pengembangan device pendukung komunikasi dalam beberapa tahun terakhir ini menjadi topik yang hangat diperbincangkan.

“Selain familiar di telinga masyarakat, antena yang juga disebut open square dipole ini mempunyai banyak keunggulan,” ungkap Mutmainnah.

Mahasiswa S3 yang juga menjadi Dosen Universitas Jember ini menyebutkan, antena jenis ini memiliki kelebihan di antaranya low profile, murah untuk difabrikasi, pola radiasi yang stabil, kompatibel dengan desain Monolithic Microwave Integrated Circuit (MMIC), dan dapat dioperasikan pada rentang frekuensi Wireless Local Area Network (WLAN).

Dipromotori oleh Dr Yono Hadi Pramono Meng dan Dr Melania Suweni Muntini MT, dosen yang meraih gelar magisternya di ITS ini berhasil mengembangkan sebuah antena mikrosptrip open square dipole khusus pada peningkatan gain frekuensi kerja 2.45 GHz. Yang dilakukan dengan sisipan U-Shaped dengan panjang antena open loop setengah panjang gelombang dan lebar antena seperempat panjang gelombang.

Desain antena mikrostrip open square dipole dengan sisipan U-Shaped sekaligus integrasi sistemnya adalah hal baru yang Mutmainnah bawa dalam penelitian ini. Desain yang dihasilkan pada penelitian ini mampu meningkatkan gain dari 3.6-3.7 desibel (dB) tanpa sisipan U-Shaped menjadi 4.3-5.5 dB dengan sisipan U-Shaped.

“Dengan meningkatnya besar gain, kecepatan transmisi yang dihasilkan oleh desain antena mikrostrip ini pun juga akan semakin cepat,” ujar Mutmainnah.

Selain itu, penelitian yang dilaksanakan sejak 2013 ini juga menghasilkan formula impedansi karakteristik open square dipole dengan … Read the rest