Kemenristekdikti Raih Penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019

Kemenristekdikti Raih Penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019

Semarang – Layanan Penyetaraan Ijazah dan Konversi Nilai IPK Lulusan Perguruan Tinggi Luar Negeri yang berada di bawah Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ditjen Belmawa, Kemenristekdikti) meraih Penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2019 di Hotel Gumaya Tower (18/07).

Hadir mewakili Menristekdikti, Direktur Jenderal (Dirjen) Belmawa menerima penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tersebut. Kompetisi ini menyeleksi 3165 inovasi pelayanan publik yang didaftarkan dari seluruh Indonesia yang masuk melalui Sistem Informasi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik). Kemenristekdikti berhasil menjadi salah satu dari 99 inovasi pelayanan publik terbaik dari seluruh Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN, dan BUMD se-Indonesia.

Permenristekdikti Nomor 59 Tahun 2017 menerangkan bahwa penyetaraan ijazah merupakan proses pengakuan atas kualifikasi ijazah yang diperoleh dari perguruan tinggi luar negeri dengan kualifikasi ijazah pendidikan tinggi di Indonesia. Beberapa hal penting yang harus dicermati dalam proses penyetaraan ini antara lain sistem akademik dan jumlah kredit yang diambil, masa studi, kualitas tugas akhir, serta masa tinggal di tempat dimana pendidikan tersebut ditempuh.

“Untuk terus meningkatkan pelayanan publik, sejak 1 Maret 2018, Ditjen Belmawa melakukan inovasi, yaitu proses penyetaraan ijazah dimulai dari proses pendaftaran, unggah berkas, penilaian oleh tim ahli, penerbitan, dan pendaftaran untuk pengambilan Surat Keputusan dilakukan sepenuhnya secara daring”, tutur Dirjen Belmawa, Ismunandar.

Hasil inovasi pelayanan publik ini sangat signifikan. Tercatat pada tahun 2017 (proses penyetaraan semi-daring), sebanyak 4.961 Surat Keputusan (SK) diterbitkan, sedangkan pada tahun 2018 (proses penyetaraan sepenuhnya secara daring), SK yang diterbitkan meningkat hingga 5.382 SK. Selain itu, terjadi peningkatan Indeks Kepuasan Masyarakat dari 72,3% menjadi 75,5%.

Dalam rangka peningkatan layanan, khususnya kecepatan pelayanan dan keamanan data, mulai pertengahan tahun 2019 Penyetaraan Ijazah Luar Negeri menerapkan sistem penandatanganan SK dengan menggunakan tanda tangan elektronik (e-Signature). Dengan inovasi layanan ini, diharapkan layanan menjadi lebih cepat … Read the rest

Politeknik Negeri Batam Miliki Hanggar, Lulusannya Siap Kerja di Maskapai Besar Indonesia dan Asia Tenggara

Politeknik Negeri Batam Miliki Hanggar, Lulusannya Siap Kerja di Maskapai Besar Indonesia dan Asia Tenggara

SiaranPersKemenristekdikti
Nomor : 132/SP/HM/BKKP/VII/2019

Batam – Politeknik Negeri Batam (Polibatam) saat ini sudah memiliki hanggar. Tempat menyimpan dan memperbaiki pesawat ini akan digunakan oleh mahasiswa untuk memperbaiki pesawat sesuai dengan praktik perawatan pesawat pada bandara komersial. Hanggar ini melengkapi fasilitas Polibatam yang sebelumnya memiliki teaching factory di bidang micro chip sesuai dengan industri yang berkembang di Batam, yaitu micro chip dan aircraft maintenance atau perawatan pesawat terbang. Polibatam ditargetkan dapat menjadi politeknik terbaik di dua bidang tersebut di tataran regional Asia Tenggara.

“Alhamdulillah, Politeknik Negeri Batam saya lihat dari fasilitas sudah layak untuk maju ke tingkat yang lebih tinggi lagi, yaitu ke tingkat regional. Fasilitas yang tersedia dulu teaching factory di bidang micro chip sudah ada. Sekarang aircraft maintenance,” ungkap Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir saat Peresmian dan Peninjauan Hanggar Pesawat Kokok Haksono Djatmiko Politeknik Negeri Batam pada Kamis (18/7).

Hanggar Polibatam ini diberi nama Hanggar Kokok Haksono Djatmiko, untuk mengenang Almarhum Ketua Satuan Pelaksana Pusat Pendirian dan Pengembangan Politeknik Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang mengusulkan pendirian hanggar tersebut. Dengan hanggar ini, Menristekdikti menantang Polibatam untuk mendidik dan melatih lulusannya agar dapat bekerja secara profesional di semua maskapai besar di Indonesia.

“Kalau mencari sumber daya manusia yang terkait aircraft maintenance, carilah di Politeknik Negeri Batam. Apakah itu Garuda, Lion, Citilink, Sriwijaya, maupun yang lainnya, kita bisa supply,” harap Menteri Nasir.

Selain berharap lulusan Polibatam dapat bekerja di maskapai komersial dalam negeri, Menteri Nasir juga berharap Polibatam dapat memberikan sertifikat kompetensi yang terstandar internasional, agar lulusannya dapat bekerja di seluruh negara Asia Tenggara.

“Politeknik Negeri Batam yang sudah punya hanggar perawatan pesawat udara ini saya pikir mendukung pembelajaran ke depan yang lebih baik. Mudah-mudahan ini awal untuk aircraft maintenance-nya. Harapannya lulusannya mendapat sertifikat kompetensi juga, supaya lulusannya paling tidak bisa bekerja di sini, Singapura, Malaysia, untuk meningkatkan … Read the rest

Cahyo Widiantoro, “ Sarjana untuk Ayah Ibu”

Cahyo Widiantoro, “ Sarjana untuk Ayah Ibu”

BANDUNG, itb.ac.id – Keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang bagi seseorang untuk belajar di perguruan tinggi negeri impiannya dan juga sebagai jembatan meraih cita-cita. Banyak upaya bisa dilakukan asal mau berusaha dan bersungguh-sungguh. Salah satunya ialah dengan mengikuti program beasiswa Bidikmisi dari pemerintah.

Program beasiswa Bidikmisi adalah program bantuan biaya pendidikan yang diberikan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai tahun 2010 kepada mahasiswa yang memiliki potensi akademik memadai namun kurang mampu secara ekonomi. Cahyo Widiantoro adalah salah satu mahasiswa ITB penerima beasiswa Bidikmisi tersebut.

Cahyo lulus dari Program Studi Teknik Material – FTMD dengan IPK Cumlaude, 3.72. Dia pun akan diwisuda pada Wisuda Ketiga ITB Tahun Akademik 2018/2019, Jumat, 19/7/2019, di Gedung Sabuga ITB. Pada tugas akhirnya, dia mengangkat tentang “Pengaruh Penambahan Klorheksidin dan Setil Trimetil Amonium Bromida terhadap Sifat Mekanik dan Aktivitas Antibakteri Nanokomposit Gigi Restoratif”. Selama kuliah, Cahyo dikenal aktif sebagai tutor di Asrama Sangkuriang ITB, kegiatan himpunan, dan di Unit Lingkung Seni Sunda (LSS).

Tentang Cahyo

Cahyo merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Kedua orang tuanya berpisah ketika ia masih duduk di bangku TK. Dibawah asuhan sang nenek, Cahyo mengaku belajar tentang disiplin dan selalu bersyukur dalam setiap keadaan. “Dulu ketika saya minta jajan, nenek selalu menyuruh saya untuk memilih antara jajan atau sekolah. Apabila uang dipakai untuk jajan, berarti tidak ada uang untuk saya bisa bersekolah. Nenek juga mendidik saya untuk hidup mandiri,” cerita Cahyo saat berbincang dengan Reporter Humas ITB, belum lama ini.

Cahyo bercerita bahwa keluarga besarnya sebagian besar tidak memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi. Namun ada satu orang pamannya yang menginspirasi Cahyo memberanikan diri bercita-cita untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya.

Berkuliah di Institut Teknologi Bandung menjadi target mimpi selanjutnya setelah ia lulus dari SMAN 1 Surakarta. “Ketika saya sampaikan kepada ayah keinginan saya untuk berkuliah, ayah tampak berkaca-kaca. … Read the rest

Vocademia UI Raih Medali Emas pada Festival Paduan Suara di Polandia

Vocademia UI Raih Medali Emas pada Festival Paduan Suara di Polandia

Sejumlah mahasiswa, dosen dan alumni Universitas Indonesia (UI) yang tergabung dalam Grup Vokal Vocademia UI berhasil meraih predikat Gold Medal level 4 dan juara 2 kategori pop pada ajang Per Musicam ad Astra 7th International Copernicus Choir Festival and Competition yang digelar selama lima hari (29 Juni – 3 Juli 2019) di Torun, Polandia. Acara ini merupakan festival Choral yang diselenggarakan oleh “Meeting Music” dari Jerman, dan diselenggarakan sebagai acara tahunan dimana kali ini adalah tahun Ke-7.

Tim vokal yang dilatih oleh Mia Ismi Halida (FIB UI 2005) dan Ronald Wilson (FTUI 2004) ini bersaing dengan tim dari sejumlah negara seperti Polandia, Afrika Selatan, Malaysia, Filipina, Taipei, Lithuania, Latvia, dan Amerika Serikat. Medali emas ini merupakan medali emas ketiga Vocademia UI setelah berhasil Juara 1 Kategory Pop, Busan Choral Festival, Busan-Korea Selatan 2015, dan Juara 1 Kategory Pop, Canta Al Mar, Calella-Spanyol 2017.

Tim Vocademia UI mengikuti kategori Pop and Jazz dengan membawakan tiga buah lagu dalam festival yaitu Medley Side to Side (Ariana Grande) & I Know What You Did Last Summer (Shawn Mendes), Just the way i am (Charlie Puth) dan Writings on the wall (Sam Smith).Selain itu, mereka juga terlibat dalam Friendship Concert dengan membawakan lagu Lir Ilir serta dan dua buah lagu untuk Grand Prix yaituRather be (Clean Bandits) dan Bahagia (GAC).

Kunci utama kemenangan Vocademia UI, menurut Mia, “Sejak awal penampilannya, kami selalu mengutamakan tiga komponen, yaitu Vokal, Koreografi dan Acting. Dengan format Vocal Ensamble sehingga jumlah anggotanya lebih sedikit dibanding choir grup, dan memudahkan tim untuk lebih leluasa bergerak dan berekspresi mengungkapkan cerita dari lagu. Vocademia juga memperlihatkan keragaman vokal individu Indonesia yang karakternya sangat pluralistik, serta aransemen yang menghibur, mengutamakan teknik tetapi tetap tidak terlalu berat untuk dinikmati penonton.”

Selain itu, Mia menambahkan, “Keberhasilan ini tidak lepas juga dari dukungan … Read the rest

Juarai Kompetisi Tari Tingkat Internasional di Portugal, Belva Diharapkan bisa Jadi Motivasi

Juarai Kompetisi Tari Tingkat Internasional di Portugal, Belva Diharapkan bisa Jadi Motivasi

Unesa.ac.id – Surabaya, Prestasi sangat erat
kaitannya dengan bakat. Dua hal tersebut agaknya susah untuk dipisahkan.
Seperti yang didapat oleh Belva Hayu Aptanta, mahasiswa S1 Pendidikan
Guru Sekolah Dasar (PGSD) angkatan 2018, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP).
Melalui bakat yang dimilikinya, Belva berhasil mencetakkan namanya
menjadi salah satu peserta, sekaligus juara dalam Dance World Cup
(DWC)Finals 2019 di Braga, Portugal. Kompetisi tari tingkat
internasional yang digelar di Altice Forum Braga, Portugal dan diikuti
sekitar lebih kurang 20 ribu peserta dari 54 negara itu nyatanya cukup
menjadi pembuktian jika prestasi non akademis pun nyatanya juga memiliki
tempat yang penting.

Bermula dari kesenangannya menari, Belva
bergabung ke dalam sanggar yang membawanya berproses hingga bisa ikut
andil dalam kompetensi tari bergengsi tingkat internasional yang
diselenggarakan tahunan tersebut. Belva bersama grup tari dan ofisialnya
berhasil membawa predikat juara 4 dalam Kategori Senior Duet/Trio
National And Folklore Dance. Tidak hanya satu kategori, berdasarkan
hasil wawancara bersama Ulhaq Zuhdi, S.Pd., M.Pd., selaku Sekertaris
Jurusan (Sekjur) PGSD, Belva juga mengikuti kategori perlombaan lain
dalam DWC tersebut. “Mohon dukungan beserta doa Bapak/Ibu, karena masih
ada 1 kategori group senior lagi agar bisa menambah prestasi PGSD FIP
Unesa,” ujar Zuhdi.

Mendengar pencapaian Belva tersebut, tentunya
pihak jurusan, utamanya universitas merasa sangat bangga. “Kemampuan
Belva memang sudah terlihat dengan seringnya dia tampil di acara-acara
seminar,” tambah Zuhdi sembari mengingat seberapa sering melihat Belva
menari di beberapa acara seminar.

Zuhdi berharap, prestasi Belva
ini bisa menjadi motivasi bagi teman-teman dan adek angkatannya,
sehingga ke depan, tidak hanya prestasi akademis yang bisa mengangkat
nama baik instansi/lembaga, tapi prestasi non akademis pun ikut andil
dan diakui. “Semoga ke depan, prestasi Belva ini menjadi motivasi bagi
teman-teman dan adek angkatannya, sehingga bisa meningkatkan prestasi
PGSD, bagaimana pun, jika PGSD berprestasi, selain meningkatkan
akreditasi jurusan, juga bisa meningkatkan nama fakultas dan ujungnya ke
Unesa juga,” tambah … Read the rest