Selfie, Solusi Mahasiswa ITS untuk Tingkatkan Produktivitas Nelayan

Selfie, Solusi Mahasiswa ITS untuk Tingkatkan Produktivitas Nelayan


SURABAYA – Berbagai inovasi terus dilahirkan oleh mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Salah satunya adalah inovasi yang berangkat dari pentingnya pemanfaatan energi terbarukan, sehingga penciptaan Solar Eco Light Fishing Caller (Selfie) oleh salah satu tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ITS diharapkan mampu meningkatkan hasil tangkapan nelayan penggunanya.

Ialah Arif Priyo Hutomo, Aprilia Dini R, Sebastian
Pratama A, Bintang Pratama, dan Nabila Puspita F yang menggagas ide cemerlang
tersebut. Kelima mahasiswa Fakultas Teknologi Elektro (FTE) ITS ini mendapat
inspirasi dari laboratorium Konversi Energi milik Departemen Teknik Elektro. Salah
satu fokus yang ditekankan dalam laboratorium ini ialah energi terbarukan. Oleh
sebab itu, tim mahasiswa di bawah bimbingan dosen Ir Sjamsjul Anam MT ini ingin
memberikan kontribusi lebih bagi masyarakat sesuai kelebihan yang dipelajari
dalam bidang keilmuannya.

Pada dasarnya, menurut Arif Priyo Hutomo selaku
ketua tim, Selfie memanfaatkan energi cahaya matahari. Energi cahaya matahari
yang ditangkap akan dimaksimalkan dengan Maximum Power Point Tracker (MPPT),
dan selanjutnya Photovoltaics (PV) akan mengonversi energi cahaya
matahari menjadi energi listrik. “Hingga akhirnya energi yang terkumpul
disimpan ke dalam baterai dan dihubungkan ke inverter agar dapat menyalakan
lampu,” terangnya.

Arif memaparkan bahwa energi matahari digunakan karena
memiliki berbagai kelebihan. Ia dan tim yakin bahwa energi matahari yang
diperoleh, mampu menjadi sumber energi yang baik bagi alat dan adaptif Light
Emitting Diode
(LED). Selain itu, biaya penggunaan Selfie juga lebih hemat
84 persen daripada Bahan Bakar Minyak (BBM). “Bahkan menurut penelitian kami,
Selfie mampu meningkatkan tangkapan ikan lebih banyak 30 persen dari
sebelumnya,” tandasnya meyakinkan.

Sebagai mitra, tim PKM ini memilih Rukun
Nelayan Samudra, Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Hal
tersebut, menurut Arif, karena Gresik merupakan salah satu daerah dengan
potensi ikan terbesar di wilayah Jawa Timur. Ditambah lagi lokasinya yang mudah
dijangkau dari kampus ITS di Surabaya. “Kebetulan juga mitra kami di sana
menggunakan bagan tancap untuk menangkap ikan, sehingga sangat pas untuk
dipasang alat Selfie kami dibanding metode lainnya,” paparnya.

Lebih lanjut, Arif mengucapkan terima kasih ke
berbagai pihak yang telah membantu berjalannya PKM ini. Ke depannya, Arif dan
tim berharap agar Selfie mampu dikembangkan, khususnya dalam aspek otomasi atau
pembaruan fitur lain dan mampu menarik ikan lebih baik dari sebelumnya.
“Sehingga rancangan kami dapat lebih membantu masyarakat dan diterapkan oleh
banyak mitra,” pungkas Arif. (dik/id/HUMAS
ITS)



Source link

Comments are closed.