UPH Resmikan ProActive Zone Co-op Education

UPH Resmikan ProActive Zone Co-op Education


TANGERANG – Keterampilan kerja sejak di bangku kuliah menjadi bagian dari kurikulum perkuliahan di UPH. Metode pembelajaran ini didukung dengan kehadiran fasilitas ProActive Zone Co-op Education yang diresmikan pada, Rabu, 28 Agustus 2019. Peresmian secara simbolis dengan pengguntingan pita oleh Stephanie Riady, Vice President for Marketing dan External Cooperation & Business Development UPH, disaksikan pimpinan fakultas dan perwakilan perusahaan mitra UPH, diantaranya  PT Asuransi Adira Dinamika, PT Nutrifood  dan  CIMB Niaga.

Sebelum peresmian, diadakan acara
sosialisasi program Co-Operative (Co-Op) education, oleh Ketua Program Studi Matematika
UPH, Kie Ivanky Saputra, Ph.D. dan READI Field Project Director, William
Duggan. Dilanjutkan Signing MOU kerja sama Corporate Relations UPH dengan perusahaan-perusahaan
yang mendukung program Co-Op Education UPH.

Ruangan ProACTIVE Co-Op Education Room ini berlokasi di
lantai 4 gedung C kampus UPH Lippo Village, Karawaci, Tangerang. Ruang ini
menyediakan fasilitas ruang private
untuk interview bagi perusahaan yang
ingin melakuklan on campus recruitment,
ruang meeting untuk perusahaan
melakukan group recruitment  atau memberikan presentasi company profile, co working space bagi
perusahaan yang sedang berkunjung ke UPH, serta perangkat software yang menyediakan platform
digital untuk mempertemukan mahasiswa peserta program Co-Op education dengan perusahaan-perusahaan  yang menjadi mitra UPH.

Sesuai namanya, ProActive
Zone
, Professional and Academic
Cooperation to build an innovative and valueable learning experience,
dirancang sebagai
jembatan antara dunia kampus dengan industri untuk memfasilitasi mahasiswa
mendapat eksposure yang matang tentang dunia kerja selagi kuliah. Melalui
program ini, mahasiswa juga mendapat kesempatan untuk memperluas relasi dan
networking dengan para profesional dan pimpinan perusahaan.

ProActive
Zone
ini merupakan miniature gedung Co-Op education yang ada di Waterloo University
Canada,  yang menjadi acuan dalam
perancangan system co-op UPH. Ide program ini lahir dari kunjungan tahun 2017
dan 2018  team UPH dan beberapa perusahaan
serta pemerintah Indonesia, ke Waterloo University dan beberapa perusahaan
besar di Toronto untuk melihat system
co-op
yang sudah berjalan di Canada,” Jelas Dr. Helena Margaretha,
koordinator Peminatan Aktuaria dan Matematika Bisnis, Prodi Matematika UPH.

Menyambut hal ini William James Duggan mewakili
READI sebagai partner UPH dalam program tersebut, mengapresiasi keberanian UPH
dalam mengadopsi program ini.

“UPH merupakan salah satu
universitas yang siap untuk ambil resiko, karena ini pendekatan yang baru di
Indonesia dan memerlukan penerapan sistem semester yang berbeda dari umumnnya. Saya
melihat UPH telah memiliki reputasi yang sangat baik untuk seluruh  prodi, dan untuk Fakultas Sains dan Teknologi
khususnya prodi Matematika sudah kuat serta memiliki lulusan yang unggul. Ini
diakui oleh partner industri yang puas dengan kinerja mereka. UPH universitas
yang progresif, praktis, dan mampu 
mengembangkan soft skills mahasiswa
yang dibutuhkan industri,” ungkap William.

Dukungan terhadap Program Co-Op
Education ini juga diakui disampaikan oleh Julian Noor CEO-President Director
Adira Insurance yang sudah dijalankan diperusahaannya.

“Program Co-Op merupakan program
untuk saling melengkapi antara kebutuhan universitas dan industri. Di Adira
Insurance, kami memfasilitasi mahasiswa melalui penyesuaian kompetensi dan ilmu
yang mereka miliki terhadap kebutuhan di perusahaan. Adira sendiri sudah
mengidentifikasi kebutuhan Co-Op ini sehingga kami sudah menyiapkan job descriptions yang jelas serta
mentor, kami pastikan mahasiswa akan melakukan 80% pekerjaan seperti karyawan
umumnya,” tegas Julian.

Program co-operative education sendiri sudah dimasukan ke dalam kurikulum, seperti halnya pada prodi Matematika Terapan UPH,  sebagai program pilihan dalam bentuk penambahan tiga perode kerja. Di UPH, mahasiswa yang mengambil program ini dapat dijalankan berselingan dengan periode kuliah. Mahasiswa dapat bekerja di tiga perusahaan atau tiga bidang yang berbeda, sehingga mereka lebih mengenal passion mereka dan memperluas relasi bisnis.

“Mahasiswa dapat mengambil program Co-Op di tahun ketiga semester genap,
selama 3-4 bulan, kemudian di tahun keempat semester ganjil dan aklselerasi.
Dengan demikian total pengalaman kerja 1 tahun full. Dengan ini mahasiswa mengenal business cycle yang terdiri dari periode awal tahun, akhir tahun,
dan pertengahan tahun,” tambah Helena.

Mahasiswa yang akan mengambil program Co-Op education harus memenuhi kualifikasi akademik dan karakter yang baik, untuk
menjamin kesiapan dalam melakukan pekerjaan secara profesional, sambil tetap
mempertahankan kedisiplinan dan prestasi di bidang akademik.

Keunikan program Co-Op education UPH dirancang secara holistis,
dimana mahasiswa tetap mendapatkan experience
kehidupan kampus, melalui berbagai kegiatan organisasi kemahasiswaan selama
studi 2,5 tahun pertama. Dengan demikian mahasiswa diperlengkapi soft skill  dan karakter untuk siap memasuki dunia
profesional saat menempuh program co-op.

UPH memiliki peminatan aktuaria yang sudah berjalan sejak
2005 dan memiliki kulrikulum serta lulusan yang berkualitas. Dengan kehadiran
program co-op ini pastinya akan memperkuat profil lulusan program aktuaria UPH
dan menghasilkan aktuaris-aktuaris yang handal.

Seluruh mahasiswa prodi Actuarial and Applied Mathematic UPH yang pernah mendapatkan pengalaman program Co-Op education terbukti lebih diminati perusahaan-perusahaan dan langsung mendapatkan peluang bekerja di perusahaan besar dan ternama.

Sumber : Media Relations UPH



Source link

Comments are closed.