50 Startup Binaan KST Kemenristekdikti Ikuti Investment Readiness

50 Startup Binaan KST Kemenristekdikti Ikuti Investment Readiness


Jakarta, Technology-Indonesia.com – Sejumlah 50an Startup/Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) Terpilih hasil seleksi dari 112 Startup Binaan Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Kemenristekdikti mengikuti Investment Readiness. Kegiatan ini bertujuan mengukur dan menganalisa kesiapan investasi dari Startup/PPBT tersebut agar dapat membuka peluang dalam membidik investor dari mulai investasi seed capital hingga ke pendanaan series A.

Pengembangan Startup/PPBT di KST melalui dukungan Perusahaan Modal Ventura (PMV) ini merupakan upaya Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi dan Lembaga Penunjang Lainnya – Kemenristekdikti dalam membuka kerjasama dan sinergi dengan pihak investor. Salah satunya melalui Investment Readiness hasil kerjasama dengan Asosiasi Modal Ventura untuk Start Up Indonesia (Amvesindo).

Peluang ini dimungkinkan secara regulasi karena sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 34/POJK.05/2015 Tentang Perizinan usaha dan kelembagaan PMV. PMV merupakan badan usaha yang melakukan kegiatan Usaha Modal Ventura, pengelolaan dana ventura, kegiatan jasa berbasis fee, dan kegiatan lain dengan persetujuan OJK. Kegiatan usaha PMV meliputi : Penyertaan saham (equity participation), Penyertaan melalui pembelian obligasi konversi (quasi equity participation) dan atau Pembiayaan berdasarkan pembagian atas hasil usaha (profit/revenue sharing).

Kemal Prihatman, plt. Direktur Kawasan Sains dan Teknologi dan Lembaga Penunjang Lainnya menyatakan pendanaan di KST merupakan salah satu point penting dalam penyelenggaraan KST. “Kerjasama dengan Amvesindo dalam Investment readiness ini, dapat menyiapkan startup/PPBT binaan KST Kemenristekdikti untuk mendapatkan pendanaan dari investor,” tutur Kemal dalam pembukaan Investment Readiness di Jakarta, pada Rabu (9/10/2019).

Kegiatan ini, lanjutnya, sangat penting untuk mendukung keberlangsungan program pemerintah dalam membangun STP. Awalnya pemerintah berencana membangun 100 STP, namun kemudian dievaluasi menjadi 45 STP. Tahun ini, pihaknya telah melakukan kegiatan-kegiatan untuk mengoperasikan 18 STP yang dibina Kemenristekdikti.

“Sebagian sudah siap operasi dari sisi inkubator yang menghasilkan para tenant pemula berbasis teknologi, operasi untuk alih produk teknologi inovasi kepada industri dan masyarakat. Hari ini kita mengundang investor untuk melihat dan memanfaatkan hasil-hasil produk inovasi di KSP maupun di inkubator-inkubator yang ada di Indonesia,” katanya.

Dari proses kurasi Investment Readiness ini diharapkan ada 20 produk atau tenant yang terseleksi untuk mendapat pendanaan dari investor. Kemal berharap kurasi ini selesai akhir November 2019 kemudian akan dievalusi melalui kegiatan festival investor.

Ketua Amvesindo, Jefri R. Sirait menyatakan bahwa KST menjadi sumber pengembangan SDM bertalenta bisnis. Untuk mendukungnya, Amvesindo perlu melakukan kolaborasi untuk meningkatkan kapasitas SDM. Langkah ini bisa dilakukan bersama universitas, swasta dan lainnya.

“Mungkin sendiripun kita bisa melakukannya, tetapi dengan bekerja bersama selalu dapat melakukan lebih banyak hal. Kerja sama dapat mengakselerasi keberhasilan start-up Indonesia, khusunya binaan KST Kemenristekdikti,” lanjutnya.

50 startup/PPBT yang mengikuti Investment Readiness telah lolos seleksi setelah melewati pendataan pada 18 lokus KST di bawah koordinasi Kemenristekdikti. Parameter yang digunakan dalam Investment Readiness diantaranya: potensi dari ide; besaran pasar; pengembangan dan kinerja produk; pola operasional rendah biaya; legalitas dan kepemilikan HKI/paten; kualitas SDM Tim; kematangan layanan dan produk; financial Robustness; serta tata kelola perusahaan dan resiko.

Beberapa Startup/PPBT Binaan KST Kemenristekdikti yang akan diikutkan dalam proses kurasi Investment Readiness diantara yaitu: STP Universitas Indonesia (Thenblank, Belimbing Island, Vixovia, Eateve, dan lain-lain), STP IPB (CV. Wonderful Agriculture, CV. Mandiri Berkah Bahagia, Berkah Inovasi Kreatif Indonesia (BIKI), FITS Mandiri dan CV. Inovasi Anak Indonesia), STP Undip (CV. Unggul Jaya dan CV. Salina Herbal), STP Unpad (Mango Day, Hallo Kombucha, Poplt Snack dan Cancimen Food), Solo Technopark (CV. Rwin Development, PT. Alberindo Prima Persada dan CV. Phico Teknologi) dan Technopark Sragen (Karya Feduari, Olahan Vegeta Jaya, New Laras dan RH Kripik Talas).

Startup/PPBT ITB Innovation Park (PT. Tesla Data Elektrika, PT. Kazee Digital Indonesia, PT. Khaira Energi Inovasi, PT. Akselerasi Edukasi Internasional, PT. SyarQ Solusi Indonesia dan Learncy), STP ITS (PT. Meisaf Perkasa Indonesia, PT. Edukasi Online, CV. PLCD Edukasi Nusantara, PT. Urbanesia Teknologi Indonesia, PT. Hydro Advance Indonesia, CV. Evergreen Indonesia, dll) serta STP UGM (PT Swayasa, Bantu Ternak dan Luminar).

Investment Readiness ini diselenggarakan selama enam hari pada 9 – 16 Oktober 2019. Pada tiap harinya, akan dilakukan pengukuran, interview untuk 5 lima startup/PPBT Terpilih untuk dianalisa berdasarkan parametrik investment readiness agar dapat menyiapkan diri membidik Investor.

Pada pembukaan Investment Readiness ini Edward Ismawan Chamdani (Amvesindo) memaparkan dukungan modal ventura dalam pengembangan KST. Selanjutnya, Sachin Gopalan (CEO Orbit Ventura) memaparkan tentang Investment Readiness, Skema Kurasi Investor Readiness oleh Deddy (Chairos) dan crowdfunding platform sebagai sebagai alternatif pendanaan startup untuk peluang pendanaan startup KST oleh Budi Sukmana (COO PT Likuid Dana Bersama).



Source link

Comments are closed.