Atlet Paralayang Peraih 22 Emas, 15 Perunggu, 10 Perak ini Kuliah dengan Beasiswa dari IPB University

Atlet Paralayang Peraih 22 Emas, 15 Perunggu, 10 Perak ini Kuliah dengan Beasiswa dari IPB University


Hening Paradigma, resmi menjadi mahasiswa Sekolah Pascasarjana IPB University pada program studi (S2) Ilmu Pangan, Tahun Akademik 2019/2020 melalui program beasiswa peraih medali emas Asian Games 2018 dari IPB University. Program ini sebagai bentuk kepedulian IPB University terhadap masa depan pendidikan para pejuang olahraga yang telah mengharumkan nama bangsa Indonesia melalui pencapaian medali dalam Asian Games 2018.

“Saya merasa beruntung banget karena semuanya klop. Alhamdulilah. Saya sedang merintis usaha di bidang makanan yang membutuhkan hal teknis untuk produksi agar produk yang saya akan jual mampu naik kelas dan ternyata IPB University ada jurusan Teknik Pangan. Kebetulan, saya dekat dengan wartawan Antaranews yang menginformasikan beasiswa ini. Sehingga, gayung bersambut, lalu saya ambil kesempatan ini,” terangnya.

Hening telah menekuni paralayang sejak berusia 14 tahun. Awal mula menjadi atlet paralayang diawali dari hobi yang diperkenalkan oleh ayahnya ketika di Puncak, Bogor tahun 1999. Pada masa itu ia masih sekolah di Semarang, sehingga latihan paralayang ia lakukan setiap libur caturwulan.  

“Akhir tahun 1999 ada pertandingan ketepatan mendarat paralayang junior. Alhamdulilah saya mendapatkan juara tiga. Melihat hal itu, pengurus paralayang Propinsi Jawa Tengah kemudian menarik saya menjadi atlet junior mereka,” tambah Hening peraih 22 Emas, 15 Perunggu, 10 Perak dari olahraga paralayang. 

Menekuni paralayang tentu tidaklah mudah, pada tahun 2008 Hening mengalami dua kali cedera. Cedera yang pertama adalah pada paha yang menyebabkan lebam lebar sehingga ia tidak bisa berjalan selama tiga minggu lebih. Cedera yang kedua mengalami dislokasi siku kiri sehingga Hening tidak bisa mengikuti Asian Beach Games 2008 di Bali dan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008 di Kalimantan Timur. 

Dahulu Hening termotivasi untuk terus menekuni olahraga paralayang karena dari olahraga ini ia berkesempatan untuk jalan-jalan dan mendapatkan uang saku. “Olah raga ini cocok banget buat yang suka travelling apalagi biasanya event paralayang ada di lokasi wisata. Terlebih paralayang termasuk cabang olahraga binaan TNI AU melalui Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) dimana ada dukungan pesawat TNI AU sebagai transport ke daerah yang jauh, seperti Manado, Lombok, Bali, Sumatera, Kalimantan, dan Papua,” ujarnya. 

Ke depan, jejaka yang juga pernah mendapatkan Rekor Nasional Penerbangan Lintas Alam Terjauh sejak tahun 2012 hingga saat ini memiliki target yakni terus mempertahankan prestasi paralayangnya serta memperbesar usahanya di bidang makanan yakni usaha aci goreng. Tujuannya agar mampu menjadi makanan yang murah dan juga sehat (SMH/Zul). 

Sumber berita :
https://ipb.ac.id/news/index/2019/09/atlet-paralayang-peraih-22-emas-15-perunggu-10-perak-ini-kuliah-dengan-beasiswa-dari-ipb-university/3dcfdebaca875af9bcd077d96e5e78e0



Source link

Comments are closed.