Browsed by
Category: Highlight

PIF 2019 Dorong Masyarakat Berinovasi Tanpa Batas

PIF 2019 Dorong Masyarakat Berinovasi Tanpa Batas

Siaran Pers Kemenristekdikti
Nomor : 206/SP/HM/BKKP/X/2019

Tangerang Selatan – PUSPIPTEK Innovation Festival (PIF) kembali digelar dengan mengusung tema ”Innovation Without Limits”, PIF 2019 tahun ini menampilkan ‘highlight’ pengembangan karya inovasi bagi perempuan dengan sub-tema Perempuan Bicara Inovasi, Perempuan yang Menginspirasi.

Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Naim menyambut baik penyelenggaraan kembali PUSPIPTEK Innovation Festival (PIF) yang ke-3 tahun 2019 ini. Ia mengatakan tema “Innovation Without Limit” ini memberikan nyawa baru dan arti yang lebih luas terhadap pengembangan inovasi.

“Pegiat inovasi tidak hanya terbatas pada kalangan akademisi, peneliti dan masyarakat yang berpendidikan akan tetapi inovasi dapat dilakukan oleh siapa saja selama dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah dan kompetitif,” ucapnya saat membuka PUSPIPTEK Innovation Festival (PIF) 2019 di Graha Widya Bhakti Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPIPTEK), Serpong (3/10).

Sesjen Kemenristekdikti Ainun Naim menyebutkan Kemenristekdikti terus berupaya mendorong agar hasil riset dapat dihilirisasi ke industri menjadi produk inovasi. Ia berharap dengan diselenggarakannya PIF 2019 dapat meningkatkan kapasitas IPTEK dan Inovasi Indonesia, dengan mensosialisasikan produk IPTEK yang dihasilkan berbagai institusi, memperluas jaringan kolaborasi antar lembaga penelitian, universitas, pemerintah, industri dan masyarakat.

Kepala PUSPIPTEK Sri Setiawati mengungkapkan PUSPIPTEK Innovation Festival (PIF) merupakan agenda tahunan PUSPIPTEK, yang diselenggarakan untuk memperingati hari jadi PUSPIPTEK setiap tanggal 1 Oktober. Kegiatan ini bertujuan mempromosikan kapasitas sumber daya ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi (IPTEKIN) kepada masyarakat dan menjadi ajang untuk memperkenalkan teknologi, menanamkan dan membudayakan kecintaan terhadap IPTEK serta inovasi di masyarakat.

“Kami berharap masyarakat mengenal dan mencari tahu lebih lanjut tentang Puspiptek dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia, mendorong antusiasme masyarakat umum, khususnya perempuan dan generasi muda, dalam sains, teknologi, inovasi dan kewirausahaan berbasis teknologi, meningkatkan kontribusi perempuan dan generasi muda dalam pengembangan iptek, dan inovasi,” ucapnya.

Bekerja sama dengan BPPT, LIPI, BATAN, dan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, PUSPIPTEK Innovation Festival (PIF) 2019 diselenggarakan … Read the rest

Menristekdikti Targetkan Indonesia Miliki 4.900 Startup di Tahun 2024

Menristekdikti Targetkan Indonesia Miliki 4.900 Startup di Tahun 2024

Siaran Pers Kemenristekdikti
Nomor : 206/SP/HM/BKKP/X/2019

Jakarta – Startup binaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mulai Kamis, 3 Oktober hingga Minggu, 6 Oktober 2019 akan dipamerkan pada Inovasi Inovator Indonesia Expo (I3E) 2019 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan. Dalam sambutannya, Menristekdikti Mohamad Nasir menargetkan lima tahun lagi, startup binaan Kemenristekdikti akan mencapai 4.900 tenants.

“Tahun 2020 sampai 2024 ini harus sampai tiga kali lipat. Kalau sekarang 1.307, berarti di tahun 2024 di angka sampai 4.900,” papar Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir setelah membuka I3E 2019 dengan menerbangkan pesawat kertas di Jakarta Convention Center (JCC) pada Kamis (3/10).

Untuk dapat mencapai target tersebut, Kemenristekdikti akan menyalurkan anggaran paling tidak senilai 64 miliar Rupiah per tahun untuk tiga program pembiayaan dan pembinaan, yaitu Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT), Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT), dan Inovasi Industri.

“280 miliar hanya untuk PPBT saja dalam lima tahun. Tahun ini 64 miliar Rupiah. Ke depan harus kita tingkatkan. Harapan saya pada tahun 2020 hingga 2024 bisa meningkat tiga kali lipat karena direncanakan Presiden RI akan mengintegrasikan semua riset menjadi satu koordinasi lembaga riset, yaitu Badan Riset Inovasi Nasional,” ungkap Menteri Nasir di hadapan ratusan startup.

Pameran Inovator Inovasi Indonesia Expo (I3E) 2019 adalah agenda tahunan yang sudah diselenggarakan sejak 2015 oleh Kemenristekdikti. Tahun ini I3E mengusung tema “Startup Teknologi dan Inovasi Industri Meningkatkan Daya Saing Bangsa” dan menampilkan 404 produk inovatif, yang terdiri dari 249 hasil inovasi dari pendanaan program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT), 132 produk dari pendanaan program Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT), dan 23 produk dari pendanaan program Inovasi Industri yang semuanya adalah karya anak bangsa.

Selain ada memamerkan hasil inovasi, I3E 2019 juga menyelenggarakan berbagai kegiatan, mencakup:

  1. Seminar Bisnis dan Teknologi, yang menghadirkan berbagai narasumber dari para startup yang sudah mampu menjual
Read the rest
Menristekdikti Harapkan Kontes Robot Terbang Indonesia Lahirkan Penemu Baru Bidang Kedirgantaraan dari Kalangan Mahasiswa

Menristekdikti Harapkan Kontes Robot Terbang Indonesia Lahirkan Penemu Baru Bidang Kedirgantaraan dari Kalangan Mahasiswa

Siaran Pers Kemenristekdikti
Nomor : 204/SP/HM/BKKP/X/2019

Surabaya – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir berharap Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2019 dapat mendorong mahasiswa menjadi penemu bidang kedirgantaraan yang dapat menciptakan paten yang bernilai komersial. Selain terkait aspek ekonomi, para mahasiswa juga diharapkan dapat menciptakan robot terbang, wahana terbang tanpa awak, atau drone yang dapat membantu pertahanan negara dan penanggulangan bencana.

“Saya berharap ini menghasilkan inventor baru, penemu baru dalam masalah robot terbang, karena teknologi di dalam hal ini menjadi sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi masa depan. Apa hubungannya robot terbang dengan ekonomi, orang bertanya itu. Contoh untuk di daerah perkebunan, bagaimana cara mengawasi kebun itu dengan baik. Tidak lagi dengan darat. Kalau di darat kita tidak tahu, dengan udara kita bisa melihat apa yang ada di darat,” ungkap Menristekdikti saat membuka Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2019 di Rektorat Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada Selasa (1/10) malam.

Menristekdikti berharap dari 42 perguruan tinggi yang hadir, ada teknologi drone yang juga mampu digunakan untuk pertahanan negara dan penanggulangan bencana.

“Yang kedua masalah keamanan, bagaimana robot terbang ini mampu mengamankan negara Indonesia dari segala serangan. Ini menjadi sangat penting, harus kita dorong. Ketiga, bagaimana penanggulangan bencana. Apakah bencana karena banjir, haze atau asap, atau karena gempa bumi. Ini semua kita harus latih dengan baik. Dengan pesawat tanpa awak, kita bisa deteksi lokasi bencana,” harap Menristekdikti.

Dalam kesempatan ini turut hadir juga Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Nurhasan sebagai tuan rumah KRTI 2019. Rektor Unesa berharap KRTI ini mendorong perguruan tinggi mengembangkan program studi yang mampu menghasilkan inovasi baru yang mendukung daya saing bangsa.

“Kontes Robot Terbang Indonesia ini merupakan ajang kompetisi kemampuan masing-masing perguruan tinggi untuk menunjukkan kepiawaian mahasiswa dalam merancang dan membuat serta memprogram robot-robot ciptaannya dalam kompetisi. Dengan diselenggarakannya KRTI 2019 ini diharapkan mampu mendukung, terwujudnya … Read the rest

Menristekdikti: Indonesia telah Miliki 81 Pusat Unggulan Iptek Utama

Menristekdikti: Indonesia telah Miliki 81 Pusat Unggulan Iptek Utama

Siaran Pers Kemenristekdikti
Nomor : 202/SP/HM/BKKP/X/2019

Jakarta – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan sampai dengan akhir Tahun 2019, secara kumulatif telah dilakukan pembinaan oleh Kemenristekdikti kepada 137 (seratus tiga puluh tujuh) Lembaga Pusat Unggulan Iptek (PUI) yang berasal dari 52 Lembaga Pemerintah Kementerian (LPK), 50 Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK), 28 Perguruan Tinggi dan 7 Badan Usaha. Dari jumlah tersebut telah ditetapkan sebanyak 81 (delapan puluh satu) Pusat Unggulan Iptek Utama dengan berbagai bidang.

“Dari jumlah 81 PUI yang sudah mature ini minimal harus memiliki 2 indikator yang pertama adalah PUI harus bisa menghasilkan publikasi dan bisa menghasilkan program doktor, yang kedua dari riset yang sudah dihasilkan tersebut harus bisa menghasilkan produk yang bisa bermanfaat kepada masyarakat contohnya yang sudah ada yaitu riset dibidang kopi dan implan untuk gigi,” ungkap Menteri Nasir saat memberikan arahan pada acara Silaturahmi Nasional Lembaga Litbang Indonesia 2019 di Auditorium Gedung D Kemenristekdikti, Selasa (1/10).

Lebih lanjut Menteri Nasir menambahkan riset harus bisa dihilirisasi secara langsung ke industri atau difasilitasi ke industri melalui mediasi pemerintah. Selain itu, penelitinya pun tidak boleh cukup hanya meneliti di dasarnya saja, tetapi harus ditingkatkan pada riset terapan atau riset pengembangan agar kedepannya riset dapat menambah jumlah inovasi kita yang masih sangat kecil.

“Bagaimana kedepannya untuk memperbanyak inovasi ? ada satu media yang harus diajak dalam program PUI ini yaitu Inventor, Innovator, Investor Collaboration yang artinya harus ada kolaborasi inovasi antara inventor, inovator dan investor. Dan yang harus ditekankan adalah riset tidak boleh hanya sebatas sampai publikasi saja, tetapi harus memiliki dampak yang positif dalam masyarakat baik masyarakat industri ataupun masyarakat secara langsung,” tambah Nasir.

Menteri Nasir menambahkan produk Inovasi Kemenristekdikti saat ini sudah banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satu produk inovasi tersebut adalh Lampu LED untuk menarik perhatian ikan saat nelayan melaut di … Read the rest

Konverter Kit Diesel Dual Fuel (DDF) Hemat 35 Persen Bahan Bakar Kapal 30 GT dan Truk

Konverter Kit Diesel Dual Fuel (DDF) Hemat 35 Persen Bahan Bakar Kapal 30 GT dan Truk

Siaran Pers Kemenristekdikti
Nomor : 200/SP/HM/BKKP/IX/2019

Semarang – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengujiterapkan penggunaan Konventer Kit Diesel Dual Fuel (DDF) yang memungkinkan solar diesel digabung dengan bahan bakar gas (BBG). Campuran solar dengan gas ini memungkinkan kapal 30 gross ton (GT), truk barang, dan truk engkel menghemat sepertiga hingga setengah biaya bahan bakar dibanding menggunakan solar murni.

“Ada satu alat yang disebut conventer kit, penelitiannya sudah dihasilkan dan inovasinya telah dibiayai Kemenristekdikti. Bagaimana hasil ujinya? Kalau kita pakai solar, ini penggunaannya 100 persen, tapi kalau dengan ini ada penghematan sekitar 35 persen. Penghematan ini karena kita pakai LPG yang harga per kilogram sepuluh ribu Rupiah,” ungkap Menristekdikti saat Uji Terap Konverter Kit Diesel Dual Fuel (DDF) untuk Kapal di atas 30 Gross Ton (GT) dan Transportasi Darat Lainnya di Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang pada Minggu (29/9).

Konventer Kit DDF ini diciptakan oleh Abdul Hakim Pane bekerja sama dengan Balai Besar Penangkapan Ikan (BBPI) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Konventer ini sudah dikembangkan dan dibiayai oleh Kemenristekdikti sejak 2016. Menteri Nasir berharap konventer ini dapat dikembangkan tidak hanya mampu mencampur solar dengan Liquified Petroleum Gas (LPG) yang masih diimpor Indonesia, namun juga dapat mencampur solar dengan Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquified Natural Gas (LNG) yang dapat diproduksi dari Blok Masela dan blok gas lain di Indonesia.

“Saya men- challenge ke penelitinya lagi, bisa tidak kalau kita tidak hanya pakai LPG tapi pakai CNG, compressed natural gas yang ini barang lokal, bukan barang import yang harga satu kilonya lebih murah lagi, hanya tiga ribu lima ratus. Kalau itu bisa dilakukan, penghematan yang dilakukan bisa di angka 60 persen,” ungkap Menristekdikti.

Dengan adanya teknologi ini, diharapkan mayoritas kapal dan truk dapat menggunakan campuran solar dan gas, baik LPG, CNG, maupun LNG. Menristekdikti menyampaikan kementeriannya akan berkoordinasi dengan … Read the rest