Browsed by
Category: Info Iptek Dikti

UB Kukuhkan Profesor Geofisika Pertama

UB Kukuhkan Profesor Geofisika Pertama

Malang – Geofisika merupakan gabungan ilmu geologi, fisika dan matematika yang dapat dimanfaatkan dalam pengurangan resiko bencana dan eksplorasi sumber daya alam. Geofisika terhadap pengurangan bencana kebumian dapat mengetahui karakter potensi bencana, sedangkan dalam eksplorasi sumber daya, geofisika dapat membantu mengetahui persebaran jenis batuan dan sebaran di bawah permukaan tanah.

Hal ini disampaikan oleh Drs. Adi Susilo, MSi., Ph.D, saat dikukuhkan menjadi Profesor, Rabu (2/10/2019), di gedung Widyaloka, Universitas Brawijaya. Kepada Senat, Adi memaparkan pidatonya dengan judul Pemodelan Konduit Lumpur Sidoarjo, Kebencanaan dan Eksplorasi Sumber Daya Alam.

“Potensi ekonomi sumber daya alam yang di Jawa Timur bagian selatan terdiri atas minyak bumi. Di bagian utara potensi tambang kapur, ada juga geothermal, ada juga potensi migas di daerah sekitar Pandaan dan sekitarnya”, ujar Adi. Lumpur Sidoarjo, ia mencontohkan, telah menyebabkan perubahan ekonomi, sosial dan psikologi bagi masyarakat. Untuk melihat gambaran dampak erupsi mud volcano LUSI pada keadaan bawah permukaan, dapat digunakan salah satu metode geofisika yaitu metode geomagnetic. Metode ini seringkali digunakan untuk memetakan retakan pada suatu area dengan melakukan pemodelan suseptibilitas batuan. Suseptibilitas adalah kerentanan batuan untuk dengan mudah termagnetisasi.

Dari penelitian Geomagnetik dan Magnetotelluric, didapatkan bahwa conduit (saluran) keluarnya lumpur panas ternyata tidaklah lurus. “Ada pembelokan pada kedalaman di bawah 1000 meter sampai 2500 meter, terdapat pembelokan kea rah timur dari yang Nampak di permukaan. Sedangkan dari permukaan sampai 1000 meter, saluran masih lurus”, imbuhnya. Berkaitan dengan gempa bumi, dari hasil analisis menggunakan Analisis Probabilistik Seismik Hazard, maka ada tiga kota di Jawa Timur yang rentan terhadap gempa bumi, yaitu Malang, Tulungagung dan Pacitan. Periodisasi gempa diperkirakan 20-30 tahun.

Geofisika dapat diterapkan dalam pengurangan resiko bencana. Dalam tahapan mitigasi, informasi penelitian dapat digunakan untuk membuat early warning sistem untuk pemukiman yang rawan longsor atau yang melewati patahan bumi. “Selain informasi, kita juga bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Yang … Read the rest

Dosen UNAIR Kembangkan E-Nose untuk Deteksi Dini Penyakit Gigi dan Kualitas Bahan Makanan

Dosen UNAIR Kembangkan E-Nose untuk Deteksi Dini Penyakit Gigi dan Kualitas Bahan Makanan

Surabaya – Dari masa ke masa, cara untuk mendeteksi penyakit pada gigi hanya terpaku ketika sudah terasa sakit dan parah. Sama halnya untuk mendeteksi pembusukan bahan makanan, yang hanya melihat dengan kasat mata dan sentuhan yang terkadang dapat mengecoh.

Hal tersebut melatar belakangi Dr. Suryani Dyah Astuti, M.Si., bersama tim Anak Agung Surya Pradhana bekerja sama dengan Dr. Kuwat Triyana dari Universitas Gadjah Mada mengembangkan Elektronik Nose (E-nose). Sebuah perangkat untuk deteksi dini penyakit gigi dan mulut serta kualitas bahan makanan.

“Saat ini yang berkembang E-Nose itu di UGM dengan peneliti Dr. Kuwat. Beliau bekerja sama dengan Mabes Polri untuk mendeteksi narkoba,” ujar Suryani.

Bersama Suryani, Kuwat sharing tentang potensi E-Nose untuk deteksi dini penyakit. Sebab, UNAIR adalah kampus dengan bassic kesehatan. Hasil diskusi lebih lanjut keduanya dengan dokter gigi Prof. Dr. Ernie Maduratna Setiawatie, drg. M.Kes. Sp. Perio (K) dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UNAIR semakin meningkatkan motivasi untuk memperdalam dan menerapkan penggunaaan sensor larik gas itu.

Prof Ernie dosen sekaligus dokter gigi FKG UNAIR mengatakan bahwa selama ini umumnya pasien datang ke dokter dalam keadaan gigi sudah sakit. Sehingga, deteksi dini perlu agar dapat dilakukan antisipasi.

Suryani menjelaskan bahwa E-Nose merupakan sebuah perangkat yang meniru cara kerja dari penciuman hidung manusia. Secara teknis, perangkat tersebut menggunakan sensor gas yang dapat memberikan respon terhadap aroma tertentu.

Respon sinyal yang dihasilkan E-Nose terhadap aroma tertentu akan dianalisa menggunakan perangkat lunak pengenalan pola, sehingga dapat dianalisis dan diidentifikasi. Jika dibandingkan dengan teknik analisis lainnya, seperti kromatografi gas, maka sistem hidung elektronik dapat dibangun dan bisa memberikan analisis sensitif dan selektif secara real time.

Memiliki dua tahap penelitian

Penelitian ENose untuk deteksi dini penyakit gigi ini terdiri dari dua tahapan. Yakni, in vitro (skala laboratorium) dan klinis. Tahap in vitro bertujuan untuk pembelajaran … Read the rest

Menang Lagi, ITS Cetak Hattrick Juara Umum KMHE

Menang Lagi, ITS Cetak Hattrick Juara Umum KMHE

Malang – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kali ini kembali membuktikan ketangguhannya. Tak tanggung-tanggung, ITS berhasil mencetak hattrick dengan mempertahankan gelar Juara Umum pada Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2019 yang berakhir, Sabtu (28/9) malam.

Prestasi luar biasa bagi ITS ini semakin menunjukkan keunggulan di bidang teknologi hemat energi. Karena ITS berhasil mempertahankan gelar juaranya selama tiga tahun berturut-turut sejak 2017.

KMHE merupakan event skala nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk melombakan inovasi mobil hemat energi buatan mahasiswa seluruh Indonesia.

Tim Nogogeni ITS berpose setelah malam penganugerahan KMHE 2019 di Universitas Negeri Malang

Berbeda dari tahun-tahun sebelumya, tahun ini peraih gelar Juara Umum KMHE untuk pertama kalinya dianugerahi piala bergilir. Piala tersebut diberikan langsung kepada ITS sebagai pemegang pertama oleh Kepala Subdirektorat Penalaran dan Kreativitas, Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristekdikti, Dr Misbah Fikrianto MM MSi.

Pada KMHE 2019 yang diselenggarakan di Universitas Negeri Malang (UM) ini, ITS mengusung empat mobil hemat energi andalannya. Diwakili oleh Tim Sapuangin dan Tim Nogogeni. Dari tangan dingin kedua tim tersebutlah, ITS berhasil memborong empat gelar juara sekaligus.

Dalam kontes yang berlangsung sejak Selasa (24/9) lalu, masing-masing mobil yang dilombakan mendapatkan gelar juara. Pembina tim Nogogeni ITS, Dedy Zulhidayat Noor ST MT PhD menerangkan, dua gelar juara pertama dipersembahkan oleh Tim Sapuangin dengan mobil urban diesel dan Tim Nogogeni dengan mobil urban motor listrik. “Sedangkan dua lainnya, yakni mobil urban gasoline milik Tim Sapuangin dan mobil urban ethanol milik Tim Nogogeni berhasil menempati posisi kedua,” ungkap dosen Departemen Teknik Mesin Industri ini.

Dilaksanakan lebih awal dibandingkan dengan tahun sebelumnya, menurut Dedy, membuat persiapan masing-masing tim menjadi lebih singkat. Seperti yang diketahui, kedua tim tersebut juga baru saja merampungkan kompetisi Shell Eco Marathon (SEM) Asia 2019 pada Mei lalu di Malaysia. Namun hal ini tak lantas … Read the rest

Bioremediasi Perbaiki Kualitas Lahan Pertanian

Bioremediasi Perbaiki Kualitas Lahan Pertanian

Jakarta – Banyaknya aktivitas tambang mineral di Indonesia menyisakan lahan yang menjadi tidak subur lagi. Namun ternyata, tidak selamanya lahan bekas tambang menjadi tidak bermanfaat. Bioremediasi lahan dengan menggunakan mikroba tertentu yang disebut dengan Inokulan Konsorsia Mikroba Rhizosfer (IMR) dapat memulihkan lahan yang tadinya tidak subur menjadi lebih subur.

Peneliti Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Nana Mulyana mengatakan, bioremediasi telah dikembangkan sejak tahun 60an. Secara terminologi, bioremediasi berasal dari 2 kata, yakni bio dan remediasi. “Jadi pembenahan lahan dengan menggunakan hayati atau mikroorganisme,” katanya saat konferensi pers di kantor PAIR BATAN, Jakarta, Senin (30/09).

Dengan memanfaatkan teknologi nuklir, wadah atau media yang digunakan untuk menyimpan mikroorganisme diradiasi dengan sinar gamma pada dosis 25 kilogrey sehingga kualitas mikroorganisme dapat terjaga selama dalam penyimpanan hingga 1 tahun. “Mikroorganisme yang disimpan dalam wadah yang sudah diiradiasi misalnya sejumlah tertentu, maka setelah disimpan dalam waktu 1 tahun, jumlahnya tetap dan tidak berkurang,” tambahnya.

Mikroorganisme yang sudah sudah diformulasikan kemudian digunakan untuk memperbaiki lahan yang rusak. Sebelum dilakukan perbaikan atau pembenahan, lahan yang sudah rusak tadi harus diidentifikasi dulu masalah utamanya, agar mikroorganisme yang dikembangkan tepat sasaran.

Secara umum, jelas Nana, permasalahan lahan di Indonesia disebabkan oleh empat hal. Pertama, lahan yang terkontaminasi logam berat, kedua, lahan yang terkontaminasi hidrokarbon seperti tumpahan minyak bumi, ketiga iklim tropis di Indonesia menyebabkan lahan kerapkali terkena penyakit tanaman Fusarium, dan keempat adalah aktivitas tambang yang menyebabkan kerusakan pada bagian atas tanah (top soil), tempat pertumbuhan akar atau rizhosfer.

“Kegiatan manusia melakukan penambangan juga dapat merusak lapisan atas tanah. Kegiatan penambangan biasanya berakibat pada terkelupasnya lapisan atas tanah, sehingga yang berada di lapisan atas adalah sub soil, dan lapisan ini tidak subur,” kata Nana.

Setelah diketahui permasalahannya, selanjutnya bioremediasi lahan dilakukan dengan mengembangkan mikroorganisme yang mampu mengurangi penyebab kerusakan lahan … Read the rest

Kisah Pesawat Ashwincarra Menaklukan Langit Istanbul Turki

Kisah Pesawat Ashwincarra Menaklukan Langit Istanbul Turki

Jogjakarta – Pesawat tanpa awak Ashwincarra  besutan tim Gamaforce UGM berhasil unjuk kebolehan mengarungi langit Istanbul Turki. Rasa bangga bukan hanya karena bisa memamerkan karya di negara lain, tetapi juga berhasil membawa kemenangan yang mengarumkan nama universitas dan Indonesia di mata dunia. Ashwincarra berhasil meraih juara 3 setelah sebelumnya berkompetisi dengan 345 tim lain dari berbagai negara di  dunia dan bersaing dengan 20 robot terbang tangguh lainnya dalam final di Turki.

Namun siapa sangka prestasi itu tidaklah diperoleh dengan mudah. Sebab, robot terbang rakitan mahasiswa UGM itu sempat mengalami kerusakan berat, tepatnya saat melalui perlombaan di ronde terbang ketiga. Ashwincarra sempat mengalami kesulitan landing  karena faktor cuaca yang tidak bersahabat.

“Sempat mengalami hard landing karena saat itu angin bertiup sukup kencang sehingga mengakibatkan sayap peswat rusak,” jelas ketua tim Gamaforce Ariefa Yusabih saat konferensi pers dan demo terbang Ashwincarra di Lapangan Pancasila, lembah UGM, Kamis (25/9) .

Tidak hanya kerusakaan saat ronde tiga, gangguan kembali dialami tim Gamaforce saat menerbangkan Ashwincarra saat ronde keempat. Kala itu pesawat mengalami tabrakan di udara dengan pesawat tim lain. Tabrakan itu mengakibatkan kerusakan cukup fatal yang menyebabkan sayap dan badan pesawat hancur. Sementara mereka hanya diberi waktu selama dua jam untuk melakukan perbaikan pesawat serta harus melalui technical inspection ulang untuk memastikan komponen pesawat telah sesuai dengan standar yang ditetapkan juri baik secara fisik maupun komunikasinya.

“Jadi dalam dua jam tim Gamaforce harus memasang ulang, memindahkan semua komponen elektronis peswat ke badan pesawat cadangan, lalu memperbaiki sayap yang rusak. Kondisi tersebut benar-benar menguras tenaga dan pikiran tim agar bisa menyelesaikan perbaikan tepat waktu,” paparnya.

Dia mengungkapkan pada kompetisi itu setiap tim diwajibkan harus mengikuti minimal 5 ronde terbang. Dan tim Gamaforce berhasil menyelesaikan 5 ronde terbang setelah melampaui berabagai rintangan didalamnya. Dalam babak final robot Ashwincarra terbang bersamaan dengan 9 pesawat tim lain. Setiap pesawat dituntut untuk berhasil mengikuti dan … Read the rest