Dorong Hilirisasi Inovasi Teknologi Ikan Hias, KKP Gelar SIBM

Dorong Hilirisasi Inovasi Teknologi Ikan Hias, KKP Gelar SIBM


Depok, Technology-Indonesia.com – Balai Riset Budidaya Ikan Hias – Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyelenggarakan  program Science Innovation Business Matching (SIBM) pada 2 – 4 Oktober 2019. SIBM merupakan wadah yang mempertemukan calon mitra usaha dengan peneliti dalam rangka hilirisasi hasil riset inovasi budidaya ikan hias

Kegiatan bertema ‘Inovasi Pakan Ikan Hias untuk Peningkatan Daya Saing’ ini bertujuan mempercepat hilirisasi hasil inovasi riset kelautan dan perikanan agar dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui kemitraan dengan dunia usaha atau dunia industri (DU/DI). SIBM ini akan jadi tempat peneliti BRSDM untuk mengenalkan hasil-hasil riset inovasi yang mereka lakukan.

Kepala BRSDM, Sjarief Widjaja, dalam arahannya, menyatakan bahwa Indonesia memiliki Sumber Daya Alam yang luar biasa. Berdasarkan data riset, Indonesia memiliki 4.700 spesies ikan hias. Di samping itu, pada 2015 hingga 2018, volume ekspor ikan hias Indonesia tercatat sudah mencapai 257.862.207 ekor. Pada tahun 2018, berdasarkan data Trade Map, nilai ekspor ikan hias Indonesia mencapai USD 27,61 juta dan merupakan nilai ekspor ikan hias tertinggi dalam enam tahun terakhir.

“Ini merupakan kesempatan, dengan potensi alam yang bagus, peluang bisnis yang bagus, yang dibutuhkan tinggal teknologi inovasinya. Ini merupakan ranah peneliti kami untuk menghasilkan terobosan baru yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para pembudidaya ikan hias,” tuturnya.

Sjarief juga mendorong para peneliti dengan melibatkan masyarakat, untuk dapat  menginventaris jenis ikan hias di Indonesia, melalui aplikasi Aquarium Indonesia, yang juga merupakan hasil inovasi BRSDM. Ia berharap, SIBM dapat menjadi wadah serta acuan untuk perubahan bisnis ikan hias di Indonesia yang lebih baik kedepannya.

Dalam kesempatan tersebut, hadir Bupati Kapuas Hulu, Abang Muhammad Nasir. Pihaknya menyampaikan bahwa potensi alam di Kapuas Hulu sangat luar biasa, hingga ditetapkan sebagai Cagar Biosfer.

“Kami menyadari pentingnya inovasi teknologi untuk percepatan pembangunan bidang budidaya di masa-masa yang akan datang. Kami sangat mendorong dan menyambut  baik segenap gagasan dan kerja sama bersama dengan BRSDM. Karena dalam membangun daerah perlu adanya dukungan dari pemerintah pusat,” tutur Nasir.

Atas dasar tersebut, dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kepala  BRSDM dengan Bupati Kapuas Hulu – Kalimantan Barat, terkait pengembangan riset. Melalui kerja sama ini  pihaknya berkeinginan mengembalikan kejayaan ikan  belida seperti 20 tahun lalu. Dengan  teknologi dan riset BRSDM, Nasir berharap dapat mensejahterakan masyarakat Kapuas Hulu.

Sementara itu, Kepala Pusat Riset Perikanan, Waluyo Sejati Abutohir dalam laporannya menyampaikan bahwa dalam SIBM, BRBIH turut merilis lima inovasi baru. Inobasi pertama yakni Pakan Ikan Hias – Ashanti, yang merupakan pakan dengan kandungan astaxanthin yang telah teruji. Kedua, SuperGold Powder, yang merupakan suplemen pakan untuk meningkatkan kualitas warna ikan hias yang terbuat dari bunga marigold  diperuntukan untuk industry/feedmiller.

Inovasi ketiga yakni Serum SuperGold, merupakan larutan yang disemprotkan ke pakan  untuk meningkatkan kualitas warna ikan hias. Produk ini diharapkan dapat membantu pembudidaya ikan skala kecil dan pemilik ikan hias. Keempat yakni, OFish’Dokter : kit untuk mendeteksi kandungan karotenoid didalam pakan ikan hias.

Inovasi kelima adalah Big Data tanaman hias air, yakni website tanaman hias air Indonesia, dilengkapi dengan barcoding dari masing-masing tanaman hias yang jika di klik akan memunculkan data dari masing-masing jenis tanaman.

Sejalan dengan Kepala BRSDM, Kepala BRBIH, Dr. Idil Ardi juga menyatakan bahwa SIBM  dirasakan sangat membantu UPT (Unit Pelayanan Teknis) BRSDM dalam memperkenalkan inovasi teknologi yang telah dihasilkan oleh peneliti kepada pengguna. Dan menjadi jalan pembuka untuk menjalin kerja sama dengan industri dalam mengembangkan teknologi ke arah skala hilirisasi yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.

Dalam kesempatan itu juga dilaksanakan PKS antara BRBIH dengan PT Nutricell Pasific, terkait dengan pengembangan suplemen pakan untuk akuakultur; PKS dengan Dinas Perikanan Kab. Kapuas Hulu terkait Pengembangan riset dan sumber daya manusia kelautan dan perikanan di Kabupaten Kapuas Hulu.

Selain itu juga terdapat PKS BRBIH  dengan 2 institusi  Balai  Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat dan Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian, terkait dengan pemanfaatan varietas rosella herbal (Hisbiscus sabdariffa var sabdariffa) dalam penelitian nutrisi dan pakan ikan hias.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan untuk pembudidaya yang bekerjasama dengan Pusat Pelatihan dan Penyuluhan BRSDM. Pelatihan yang diadakan meliputi : Pelatihan Teknologi Pakan Hasil Inovasi “Supergold” dan Praktek Simulasi Pembuatan Pakan Ikan Hias Supergold; Pelatihan Teknologi Pakan Hasil Inovasi “Ashanti” dan Praktik Simulasi Pembuatan Pakan Ikan Hias Ashanti; Pelatihan Teknologi Pakan Hasil Inovasi Deteksi Kadar Karotenoid Pakan Ikan Hias dan Praktek Simulasi Penggunaannya; Pelatihan Pembuatan Pakan Alami dan Praktek Lapangan; Budidaya Ikan Hias Potensial; Praktik Simulasi Teknik Pemijahan Buatan Ikan Koi; Pelatihan Penanganan Pasca Panen dan Pemasaran Budidaya Ikan Hias.

Pelatihan diikuti oleh 30 pelaku serta pembudidaya ikan hias yang berasal dari Pokdalkan Bekasi, Depok, Tangerang dan Bogor. Pelatihan  dilaksanakan selama 3 hari sampai dengan hari Jumat tanggal 4 Oktober 2019.

SIBM 2019 dihadiri oleh Sekretaris BRSDM, Dr. Maman Hermawan; Sekretaris Pusat Unggulan Iptek (PUI) Kemenristekdikti, Aswin Firmansyah; Kepala Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat Pusat Penelitian dan Pengembangan, Titik Sundari; Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian,  Prayudi Syamsuri; Direktur PT Nutricell, Sigit Purwadi; UD. Bali Gemitir, Erwin Sjoekoer; serta pembudidaya ikan dari Jabodetabek.



Source link

Comments are closed.