Dukung Indonesia Tangguh Bencana dengan DEOTERIONS

Dukung Indonesia Tangguh Bencana dengan DEOTERIONS


Terletak di kawasan Zona Seismik Asia Tenggara, Indonesia menjadi negara yang berpotensi mengalami gempa bumi. Gempa bumi dapat mengakibatkan konstruksi bangunan retak bahkan ambruk. Hal ini membahayakan para pengguna bangunan dan dapat menelan korban jiwa. Beberapa peristiwa gempa bumi di I

Indonesia yang telah menelan korban jiwa antara lain, gempa Aceh (2004) menelan 168.000 korban jiwa, gempa Yogyakarta (2006) menelan 6.234 korban jiwa, dan gempa Padang (2009) menelan 1.115 korban jiwa.

Pemerintah Indonesia juga telah mengeluarkan standar rancang bangun anti gempa bumi (SNI 1726:2012) pada tahun 2012. Hal ini dilakukan sebagai upaya mengurangi risiko ambruknya suatu bangunan apabila terjadi gempa bumi. Namun kenyataannya, masih banyak bangunan yang ambruk ketika gempa terjadi. Terbukti, 84.624 bangunan rusak berat, 44.807 bangunan rusak sedang, dan 132.299 bangunan rusak ringan berdasar data BNPB 5 tahun terakhir. Hal ini berarti, belum ada jaminan bagi pengguna bangunan akan aman ketika terjadi gempa bumi.

Apabila bencana tersebut terjadi, evakuasi korban harus dilakukan dengan cepat. Namun Kepala Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas), Marsda F.H.B Soelistyo mengatakan, kendala dari evakuasi korban gempa di Indonesia adalah minimnya teknologi, padahal dalam proses evakuasi korban, tim Search and Rescue (SAR) sangat dipengaruhi oleh teknologi.

Berdasarkan latar belakang tersebut, tiga mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Brawijaya (UB) menciptakan sebuah instrumen kesiapsiagaan bencana bernama DEOTERIONS (Detector of Interconnected Position Points). Mereka adalah Muhammad Rikza Maulana, Satrio Wiradinata Riady Boer, dan Adin Okta Triqadafi (Fisika-FMIPA 2016).

Di bawah bimbingan dosen Zubaidah Ningsih S.Si., M. Phil, mereka membuat inovasi berbentuk kartu, yang bertujuan mempermudah penemuan posisi korban yang tertimbun akibat ambruknya suatu bangunan pasca gempa bumi. Alat ini berfungsi memancarkan gelombang radio yang dapat ditangkap receiver para pencari korban seperti tim SAR, sehingga posisi si pengguna DEOTERIONS dapat diketahui walaupun gedung dalam keadaan ambruk.

Kartu ini dilengkapi dengan switch yang mampu membaca pergerakan, sehingga peluang hidup si pengguna dapat diprediksi. Antar kartu juga saling terhubung, sehingga posisi pengguna lain dapat diketahui dari satu pengguna yang telah ditemukan terlebih dahulu. Semua informasi tersebut akan ditampilkan pada sebuah aplikasi smartphone khusus dalam bentuk daftar sehingga mempermudah pembacaan.

Muhammad Rikza Maulana menyampaikan, sejalan yang dikatakan Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, biasanya tim SAR menggunakan alat berat dan life detector untuk pencarian korban. Namun alat berat tidak dapat digunakan dalam pencarian korban jiwa yang posisinya tidak diketahui secara pasti karena dapat menambah rusaknya organ korban yang telah terkena puing-puing bangunan yang ambruk. Life detector dapat bekerja bila adanya respons dari korban melalui SMS sehingga pencarian korban kurang efektif dan efisien mengingat kondisi korban yang sedang dalam keadaan darurat. Posisi korban yang tidak diketahui secara pasti pun mengakibatkan evakuasi tidak dapat dilakukan secara cepat.

Teknologi canggih untuk mempermudah penemuan korban juga telah ada di luar negeri, yaitu FINDER dan LIFE LOCATOR TRx. Kedua alat ini memiliki keunggulan yang sama yaitu mampu mendeteksi detak jantung korban yang ingin ditemukan. Namun, kedua alat ini belum direncanakan untuk diadakan oleh pemerintah. Bahkan, teknologi yang direncanakan untuk diadakan sejak 2012 pun tidak kunjung dibeli.

“Pak Sutopo mengatakan hal ini dikarenakan masalah dana, untuk itu DEOTERIONS yang murah dan mudah didapatkan ini diharapkan dapat  mewujudkan keinginan pemerintah Indonesia untuk menjadi negara tangguh bencana khususnya gempa bumi,” pungkas Rikza. [Satrio/Irene] 

Sumber berita :
https://prasetya.ub.ac.id/berita/Dukung-Indonesia-Tangguh-Bencana-dengan-DEOTERIONS-22925-id.html



Source link

Comments are closed.