Lepas 15.500 Peserta Jalan Sehat Peringatan Hakteknas 2019, Menristekdikti Harapkan Inovasi Muncul dari Generasi Muda Bali

Lepas 15.500 Peserta Jalan Sehat Peringatan Hakteknas 2019, Menristekdikti Harapkan Inovasi Muncul dari Generasi Muda Bali


Siaran Pers Kemenristekdikti
Nomor : 156 / SP/HM/BKKP/VIII/2019

DENPASAR – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir didampingi Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana melepas 15.500 peserta gerak jalan sehat dalam rangka peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) Ke-24 Tahun 2019 di Lapangan Puputan Renon, Denpasar, Bali pada Minggu (25/8/2019).

Menteri Nasir dalam sambutannya berharap dengan penyelenggaraan Hakteknas di luar Jakarta bisa membangkitkan semangat dan jiwa riset dan inovasi di daerah. Masyarakat Bali dapat menjadikan momen peringatan Hakteknas 2019 sebagai ajang menumbuhkan minat meneliti dan berinovasi, terutama bagi generasi muda.

“Mudah mudahan inovasi selalu muncul dari anak- anak muda Indonesia di Bali. Dari generasi muda Bali akan muncul inovator yang masuk kelas dunia,” ujar Menristekdikti.

Menteri Nasir menambahkan saat ini ada 2 unicorn Indonesia yang masuk 20 besar di Asia. Gojek menempati peringkat 7 dari 20 unicorn Asia dengan nilai di atas 5 miliar dolar atau sekitar Rp 75 triliun. Selain itu, Tokopedia juga berhasil masuk peringkat 11 Asia.

” Generasi muda Bali dapat menjadikan ini sebagai sumber inspirasi. Mudah-mudahan di Bali akan muncul banyak startup sehingga ekonomi daerah dapat tumbuh lebih baik,” harap Menristekdikti.

Menteri Nasir juga mengapresiasi perayaan Hakteknas di Bali yang mendapat respon luar biasa dari masyarakat Bali. Nasir optimistis perekonomian akan tumbuh dengan teknologi.

Menristekdikti menambahkan dengan UU 11/2019 tentang Sistem Nasional Iptek bisa mewadahi para inventor. Karena di sana ada Litbang Jirap (penelitian, pengkajian, dan penerapan teknologi) untuk menghasilkan inovasi dan invensi.

“Penelitian bernilai ekonomis, ada banyak. Mulai dari besar, sedang, dan kecil. Contoh yang besar, bagaimana minyak sawit bisa dijadikan bahan bakar minyak, seperti solar dan avtur. Kalau bisa diselesaikan dalam dua tahun ke depan, kita tidak impor BBM. Kita bisa hemat 17,6 miliar dolar atau Rp 250 triliun,” ujar Nasir.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana dalam kesempatan yang sama menyambut baik penyelenggaraan puncak Hakteknas 2019 di Bali. Wakil Gubernur berharap para mahasiswa dan generasi muda Bali dapat memanfaatkan acara ini untuk menambah ilmu pengetahuan dan mendorong riset dan inovasi di Provinsi Bali.

Acara Gerak Jalan Sehat ini turut diikuti oleh Kepala BPPT Hammam Riza, Pejabat Eselon I dan II serta pegawai Kemenristekdikti, Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK), Pimpinan Perguruan Tinggi, LLDikti Wilayah VIII, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Bali,
dan dosen serta mahasiswa dari Universitas Udayana, Poltek Negeri Bali, ISI Denpasar, Undiksha, dan ITB STIKOM Bali.

Selepas acara gerak jalan, Menristekdikti membuka Ritech Expo 2019 yang merupakan pameran tahunan yang diselenggarakan oleh Kemenristekdikti dengan menampilkan berbagai hasil riset dan inovasi di berbagai bidang teknologi. Pameran ini menyajikan berbagai produk inovasi unggulan dari perguruan tinggi, lembaga riset, industri, hingga para inovator yang keseluruhannya merupakan karya anak bangsa.



Source link

Comments are closed.